Sidak Pangan di Pasar Klampok, Petugas Temukan Teri Berformalin dan Kerupuk Berpewarna Tekstil.

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid  Jumali,Lc dengan di Dampingi Ketua DPRD Slamet HS serta tim gabungan sidak di pasar Purwareja Klampok.(Dok.Kominfo)

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali,Lc dengan di Dampingi Ketua DPRD Slamet HS serta tim gabungan sidak di pasar Purwareja Klampok.(Dok.Kominfo)

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menemukan bahan pangan yang mengandung zat kimia berbahaya saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Jumat (14/3/2026). Temuan tersebut berupa ikan teri dan cumi kering yang mengandung formalin serta kerupuk dengan warna mencolok yang diduga memakai pewarna tekstil Rhodamin B.

Sidak menjelang Hari Raya Idulfitri ini dipimpin Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali. Kegiatan juga diikuti Ketua DPRD Banjarnegara Slamet HS, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Tulus Sugiharto, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas, serta Satgas Pangan Kabupaten Banjarnegara.

Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa sejumlah komoditas pangan yang dijual pedagang, terutama produk hasil laut dan makanan olahan. Sampel dari beberapa barang diambil dan diuji menggunakan alat uji cepat untuk mendeteksi kandungan bahan kimia berbahaya.

Pengawas obat dan makanan dari BPOM Banyumas, Gideon, mengatakan hasil pengujian menunjukkan adanya kandungan formalin pada ikan teri dan cumi kering yang dijual di pasar tersebut.

“Kami menemukan ikan teri dan cumi kering yang positif mengandung formalin. Biasanya bahan ini digunakan agar produk menjadi lebih awet dan tidak mudah rusak,” ujar Gideon kepada wartawan di lokasi sidak.

Selain itu, tim juga menemukan kerupuk dengan warna sangat mencolok yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, zat yang dilarang digunakan dalam makanan.

Menurut Gideon, penggunaan formalin maupun pewarna tekstil dalam pangan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Efeknya memang tidak langsung terasa seperti diare atau keracunan akut. Namun jika dikonsumsi terus-menerus, zat tersebut dapat memicu gangguan kesehatan serius hingga penyakit kanker,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih bahan pangan. Ciri makanan yang mengandung formalin antara lain tidak dihinggapi lalat dan memiliki daya tahan tidak wajar pada suhu ruang. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil biasanya memiliki warna sangat tajam dan tampak tidak alami.

BPOM Banyumas juga mendorong pengelola pasar memiliki sistem pengawasan mandiri terhadap barang yang masuk, salah satunya dengan menyediakan alat uji sederhana atau test kit untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Kami menyarankan pengelola pasar memiliki test kit sendiri untuk melakukan screening awal terhadap barang yang masuk. Kami siap memberikan pelatihan cara penggunaannya,” tambah Gideon.

Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menegaskan pemerintah daerah tidak hanya memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran, tetapi juga memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Harga kebutuhan pokok relatif masih terkendali. Namun terkait keamanan pangan, ini tidak bisa ditoleransi. Kita tidak ingin masyarakat dirugikan atau bahkan terancam kesehatannya,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, petugas langsung menarik barang yang terbukti mengandung zat berbahaya dari lapak pedagang. Tim juga akan menelusuri asal-usul produk tersebut hingga ke tingkat produsen, baik dari dalam maupun luar wilayah Banjarnegara.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengimbau masyarakat lebih teliti saat berbelanja, khususnya selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, dengan memastikan bahan pangan yang dibeli berkualitas baik dan bebas dari zat kimia berbahaya.

Penulis : Baskoro

Editor : Azizah Estetika

Berita Terkait

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik
Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan TFG Antisipasi Membludaknya Jamaah, Hadirnya Gus Iqdam di Brebes
Baru Bebas Tahun Lalu, Residivis Narkoba di Bumiayu Kembali Diciduk Satresnarkoba Polres Brebes
HUT Depok ke-27 Cuma Seremoni, Warga Sawangan Tagih Jalan Rusak dan Janji yang Mangkrak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

Kamis, 30 April 2026 - 09:12 WIB

Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan

Kamis, 30 April 2026 - 09:09 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Rabu, 29 April 2026 - 21:30 WIB

Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik

Berita Terbaru