Banjarnegara, Berita Fakta.id– Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) memastikan akan memfasilitasi seluruh umat Muslim dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Alun-alun Kota Banjarnegara.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi adanya potensi perbedaan waktu penetapan 1 Syawal antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Ketua PHBI Banjarnegara, Tursiman S. Sos, menegaskan bahwa perbedaan penanggalan tidak boleh menjadi penghalang, melainkan harus menjadi perekat ukhuwah Islamiyah.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral, pemerintah telah menyiapkan dua opsi pelaksanaan sholat di lokasi yang sama.
Skenario pertama disiapkan bagi warga yang merayakan Idul Fitri pada Jum’at, 20 Maret 2026, menyusul penetapan yang telah dilakukan oleh warga Muhammadiyah.
Pada gelombang ini, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A. (Ketua MUI Bidang Hublu) dijadwalkan bertindak sebagai Imam sekaligus Khotib.
Sementara itu, skenario kedua dijadwalkan pada Sabtu, 21 Maret 2026, sembari menunggu hasil resmi Sidang Itsbat pemerintah.
Untuk pelaksanaan hari Sabtu, tugas Imam akan diemban oleh Dr. H. Ahmad Nafis Atoillah, S.Th.I., M.A. (Ketua Lakpesdam PCNU Banjarnegara), dengan Khotib Dr. H. Attabik Hasan Ma’ruf, Lc., MA. (Ketua PC GP Ansor Banjarnegara).
“Kami akan memfasilitasi para umat Muslim yang akan melaksanakan sholat Idul Fitri di Alun-alun. Perbedaan justru menjadi perekat ukhuwah kita,” ujar Tursiman pada Rabu (18/3/2026).
Terkait tradisi takbir keliling, PHBI menetapkan kebijakan khusus. Jika pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dua kali (karena perbedaan tanggal), maka kegiatan takbir keliling ditiadakan demi menjaga kondusivitas.
Namun, apabila penetapan Idul Fitri jatuh pada hari yang sama (serentak), takbir keliling akan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Persiapan teknis telah dibagi ke berbagai dinas terkait untuk menjamin kenyamanan jemaah, DPU PR bertanggung jawab atas pemasangan tenda.Dinas Perhubungan mengatur manajemen lalu lintas dan kantong parkir di sekitar Alun-alun.Satpol PP fokus pada penertiban area dari PKL dan pengemis agar jemaah lebih khusyuk.
DPPKPLH menjamin kebersihan lokasi segera setelah rangkaian sholat berakhir.
Mengingat kondisi cuaca yang sering tidak menentu, panitia juga telah menyiapkan lokasi alternatif ( force majeure ) jika terjadi hujan. Jemaah akan dialihkan ke Pendopo Dipayudha Adigraha, Masjid An-Nur, atau Sasana Bhakti Praja Setda.
Masyarakat diimbau untuk memantau kanal informasi resmi dari Pemerintah Daerah Banjarnegara untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai waktu pelaksanaan dan teknis di lapangan.(Bas).






