Sungguh Miris Proyek P3-TGAI di Blok Tenjo layar Rajasinga Diduga dikerjakan Asal-asalan, Gunakan Material Bekas

Sabtu, 11 April 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Pengerjaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2026 yang berlokasi di blok Tenjo layar Desa Rajasinga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, diduga kuat memakai material jenis batu yang berasal dari pembongkaran senderan lama, sengaja di pasang kembali, dengan perbandingan adukan pasir1 molen berbanding 1/2 sak semen

Tidak ada penggalian tanah, batu yang lama di gunakan lagi atau dipasang kembali pasangan lama Proyek P3-TGAI di lokasi dengan nilai anggaran siluman tidak di pasang papan informasi, itu juga melanggar UU KIP proyek di lokasi pekerjaan. Akibatnya masyarakat tidak mengetahui proyek apa, bersumber dari mana dananya, berapa nilai proyek tersebut.

Selain itu, Kelompok Tani yang secara aturan sebagai pelaksana program P3-TGAI di kerjakan kelompok tani

Ketika salah satu kelompok tani Desa Rajasinga Adi, Selasa (7/4) mengatakan, bahwa Pelaksanaan pengerjaan proyek saluran irigasi di Desa Rajasinga tersebut bukan dikerjakan kelompok melainkan, itu dikerjakan oleh Raksa Bumi Agus, ketika Raksa bumi Agus di hubungi oleh Tim Revolusi Pugu S membantah itu wewenang kelompok tani Adi, jelas Raksa Bumi Agus

Dengan adanya lempar sana, lempar sini pengerjaan saluran tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak bermanfaat bagi masyarakat, Khusus bagi petani sawah Pengguna air, ujar Tim Revolusi Pugu. S tegas

” Iya, saya melihat langsung kondisi proyek di lapangan, dalam Pelaksanaannya diduga kuat tidak sesuai dengan petunjuk teknis,, seperti pada item pekerjaan pondasi tidak ditemukan adanya galian pondasi. Kemudian material Batu diduga memakai Batu Bekas bongkaran bangunan saluran tersebut” Imbuhnya Pugu. S

Sejumlah pemerhati pembangunan Kabupaten Indramayu, menilai jika dugaan ini benar, maka pelaksanaan P3-TGAI di blok Tenjo layar Desa Rajasinga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, telah menyimpang dari semangat utama program yang digagas pemerintah pusat, yaitu memperkuat peran kelompok tani dan masyarakat desa dalam menjaga serta meningkatkan fungsi irigasi.

Masyarakat kini menanti sikap tegas dari Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut. Mereka berharap agar dana yang dikucurkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi petani, bukan justru menjadi ajang perampokan oknum tertentu yang mengatasnamakan kelompok. (Toy)

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan IID 2025, Inovasi Karya Warsito Eko Dorong Penurunan Pengangguran di Brebes
Bukan Sekedar Bantuan, SPRIN Jadi Harapan Baru bagi Ibu Hamil di Brebes
SK PPPK Brebes di Perpanjang, Tegaskan Komitmen Pemda Jaga Pelayanan Publik
Asrofi Semakin Menguat Menuju Ketua DPC Partai Demokrat Brebes, Melalui Konsolidasi Didukung 12 PAC
Lewat Bantuan Sosial, Pemkab Brebes Bangun Optimisme Anak Yatim
RSUD Brebes Resmi Soft Launching Layanan Cathlab, Siap Tangani Darurat Jantung 24 Jam
Dari Seni Mural hingga Literasi AI Wadahi Kreativitas Pemuda, Polres Brebes Gelar Youth Festival
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:58 WIB

Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan IID 2025, Inovasi Karya Warsito Eko Dorong Penurunan Pengangguran di Brebes

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:55 WIB

Bukan Sekedar Bantuan, SPRIN Jadi Harapan Baru bagi Ibu Hamil di Brebes

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:54 WIB

SK PPPK Brebes di Perpanjang, Tegaskan Komitmen Pemda Jaga Pelayanan Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Lewat Bantuan Sosial, Pemkab Brebes Bangun Optimisme Anak Yatim

Berita Terbaru