Brebes, Beritafakta.id – Estafet kepemimpinan di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Brebes berlangsung haru sekaligus penuh semangat baru. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) 2026, organisasi ini bersiap menatap arah yang lebih progresif, dari level daerah hingga panggung nasional.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor BKD Kabupaten Brebes pada Minggu (12/4) pukul 09.00–13.00 WIB ini berjalan tertib, demokratis, dan hangat dalam nuansa kebersamaan. Sekitar 40 peserta hadir, terdiri dari pegiat panjat tebing, perwakilan delapan klub dari delapan kecamatan, unsur KONI, serta tim Binpres KONI Provinsi Jawa Tengah.
Kehadiran lintas elemen ini mempertegas bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggung penting untuk menentukan arah dan masa depan FPTI Brebes.
Dipilih Aklamasi, Soliditas Tak Terbantahkan
Forum Muscab menetapkan Herkusnadi, M.Kom sebagai Ketua FPTI Kabupaten Brebes periode 2026–2030. Penetapan dilakukan secara aklamasi—sebuah sinyal kuat bahwa organisasi ini sedang berada dalam frekuensi yang sama.
Aklamasi bukan hanya soal sepakat tanpa debat, tapi juga cerminan kepercayaan kolektif. Herkusnadi dinilai mampu merangkum visi, merajut kepentingan, dan membawa FPTI melaju lebih kencang.
Saat ini, Herkusnadi juga menjabat sebagai Kepala Bidang TK/PAUD sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dindikpora Kabupaten Brebes. Pengalaman birokrasi dan dunia pendidikan menjadi bekal penting untuk mengelola organisasi secara profesional dan berkelanjutan.
Pergantian Kepemimpinan, Momen Haru yang Sarat Makna
Muscab 2026 juga menandai berakhirnya kepemimpinan Dr. H. Moh. Syamsul Haris, M.Hum, yang telah memimpin selama dua periode (2017–2021 dan 2021–2025).
Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat. Tongkat estafet berpindah tangan, membawa pesan kesinambungan sekaligus harapan baru. Suasana haru terasa—seperti halaman lama yang ditutup perlahan, lalu dibuka kembali dengan cerita yang lebih segar.
Selama memimpin, Syamsul Haris berhasil meletakkan fondasi kuat, mulai dari pembinaan atlet, penguatan organisasi, hingga peningkatan eksistensi FPTI Brebes di berbagai ajang kompetisi.
Arah Baru, Selaras dengan “Brebes Beres”
Dalam pidato perdananya, Herkusnadi menegaskan arah kepemimpinannya akan selaras dengan visi pembangunan daerah melalui semangat “Brebes Beres”.
Ia menegaskan, FPTI tidak hanya mengejar medali, tetapi juga harus hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa fokus utama ke depan antara lain:
- Memperkuat organisasi, baik internal maupun eksternal
- Meningkatkan kualitas pembinaan atlet berbasis usia
- Mendorong prestasi di ajang POPDA, Porkab, dan Porprov
- Memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga panjat tebing
Menurutnya, panjat tebing bukan sekadar olahraga, tapi juga “sekolah karakter” yang melatih ketangguhan, disiplin, dan daya juang.
Optimisme Mengakar, Prestasi Dibidik Lebih Tinggi
Dengan dukungan klub, pemerintah daerah, dan masyarakat, FPTI Brebes optimistis mampu mendongkrak prestasi ke level yang lebih tinggi.
Muscab 2026 menjadi titik awal konsolidasi—ibarat mesin yang baru dipanaskan, siap digeber ke lintasan kompetisi. Delapan klub dari delapan kecamatan menjadi bukti bahwa potensi panjat tebing di Brebes tersebar merata dan siap dikembangkan.
Lebih dari Sekadar Olahraga
FPTI Brebes juga ingin melampaui batas kompetisi. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak gaya hidup sehat di masyarakat.
Panjat tebing, dengan segala tantangannya, bukan hanya mengasah otot, tapi juga menempa mental. Fokus, keberanian, dan ketahanan menjadi nilai yang ditanamkan—sebuah “paket lengkap” untuk generasi muda.
Menuju FPTI Brebes yang Lebih Besar
Terpilihnya Herkusnadi membuka babak baru bagi FPTI Brebes. Dengan visi yang jelas, dukungan solid, dan semangat kolaborasi, organisasi ini diharapkan tumbuh lebih besar—bukan hanya dalam prestasi, tapi juga dalam kontribusi bagi masyarakat.
“Kami ingin FPTI Brebes hadir bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk membina, menginspirasi, dan menyehatkan masyarakat,” tegas Herkusnadi, mengunci awal langkah dengan optimisme yang terasa nyata.
Penulis : Rusmono
Editor : Azizah Estetika






