Kabupaten Bekasi – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap seorang warga saat melakukan peliputan di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang, Kabupaten Bekasi, menjadi viral di media sosial dan menuai perhatian publik.
Video yang beredar melalui kanal milik Gean Kelana tersebut memperlihatkan seorang pria mendatangi Gean saat sedang mengambil gambar di area proyek. Dalam rekaman itu, pria yang identitasnya belum diketahui tampak meminta Gean meninggalkan lokasi sambil mengeluarkan ucapan yang diduga bernada ancaman.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Gean Kelana melalui kanalnya, ia mengaku menerima intimidasi berupa ancaman terhadap kendaraan maupun keselamatan dirinya saat berada di lokasi proyek.
“Saya sempat mendapat ucapan, ‘gua matiin ama gua bakar lu’,” ujar Gean sebagaimana disampaikan dalam video yang beredar.
Gean mengaku kejadian tersebut bukan pertama kali dialaminya. Menurutnya, selama melakukan peliputan dan dokumentasi di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang, dirinya telah beberapa kali menerima perlakuan serupa.
“Sudah empat kali saya mengalami intimidasi ketika melakukan peliputan di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang,” ungkapnya.
Ia juga menyebut sejumlah rekannya yang datang ke lokasi untuk melakukan dokumentasi maupun pemantauan proyek dikabarkan mengalami perlakuan yang sama.
Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama terkait hak warga untuk memperoleh informasi serta melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Dalam berbagai regulasi, partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional merupakan bagian penting dari sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan dinilai sebagai salah satu bentuk kontrol sosial guna memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan kepentingan umum.
Prinsip tersebut juga sejalan dengan semangat keterbukaan informasi publik yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk memperoleh informasi serta melakukan pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan pembangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek Wisata Air Kalimalang maupun pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut terkait video yang beredar. Upaya konfirmasi masih dilakukan guna memperoleh penjelasan dan informasi yang berimbang dari seluruh pihak terkait.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kebebasan masyarakat dalam melakukan pemantauan terhadap proyek pembangunan yang berada di ruang publik. Selain itu, peristiwa tersebut juga menyoroti pentingnya menjamin keamanan setiap warga negara yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis: Haris Pranatha






