​ Terlambat Ditangani Akibat BPJS PBI Nonaktif, Kini Tahroni Kondisinya Memprihatinkan Akibat Alami Pembuluh Darah Pecah

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​BREBES, Beritatafakta.id – Nasib pilu menimpa Tahroni (66), warga RT 04 / RW 02, Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Pria lansia ini tengah dalam kondisi kritis akibat menderita pecah pembuluh darah. Namun, di tengah pertaruhan hidup dan mati tersebut, ia sempat mengalami keterlambatan penanganan medis akibat kendala biaya dan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif.

​Menurut informasi dari pihak keluarga, Tahroni sangat membutuhkan tindakan medis darurat. Sayangnya, Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dari pemerintah miliknya dengan nomor kartu 0000638467119 berstatus nonaktif.

​Kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit sebagai pasien umum atau mandiri, sempat membuat penanganan medis Tahroni menjadi terhambat di fasilitas kesehatan sebelumnya. Hal ini memicu keprihatinan mendalam, mengingat penyakit pecah pembuluh darah merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan super cepat (golden period).

​​Setelah melewati masa-masa sulit dan negosiasi darurat, saat ini Tahroni telah berhasil dirujuk ke RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif menggunakan mobil ambulans. kondisi Tahroni tampak sangat lemah dan harus dibantu dengan alat pernapasan (oksigen).

Fajar​ selaku kerabat sangat berharap adanya mukjizat serta uluran tangan dari pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, maupun manajemen BPJS Kesehatan Cabang Brebes untuk memberikan dispensasi atau solusi cepat terkait pengaktifan kembali kepesertaan BPJS PBI milik Tahroni.

​”Kami sangat berharap ada solusi terbaik dari pemerintah atau para dermawan untuk membantu kesembuhan Tahroni. Dalam kondisi kritis seperti ini, administrasi seharusnya bisa dilonggarkan demi menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Fajar kerabat yang mendampingi. Rabu (3/6/2026).

​Hingga berita ini diturunkan, pasien masih berjuang di RSUD Brebes dan sangat membutuhkan dukungan moral, doa, serta bantuan finansial maupun kebijakan dari pemangku kepentingan.

Rusmono

Berita Terkait

Kondisi Tanggul Kali Pemali di Desa Wanasari Kondisinya Mengkuatirkan, Warga Was Was Harap Segera di Atasi
Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis
Bukan Kejar Juara, MKKS Cup ke-10 di Banjarnegara Jadi ajang Merajut silaturahmi Pendidik
Gelar Anniversary Warta Perwira Ke 1 Di PFC, “Media Menginspirasi UMKM Berprestasi”
Martoyo Dukung Pelestarian Tradisi Sadran dan Tahun Baru Islam sebagai Warisan Budaya Lokal
Peduli Warga Terdampak Rob, Kapolres Kendal Serahkan Bantuan Sembako di Kelurahan Balok
Kelola Sampah Dapur MBG dengan Maggot, TPS Terintegrasi SPPG Jadi Solusi Baru di Brebes
Maknai Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Brebes Tebarkan Kepedulian bagi Anak Yatim
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kondisi Tanggul Kali Pemali di Desa Wanasari Kondisinya Mengkuatirkan, Warga Was Was Harap Segera di Atasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:56 WIB

Bukan Kejar Juara, MKKS Cup ke-10 di Banjarnegara Jadi ajang Merajut silaturahmi Pendidik

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:58 WIB

Martoyo Dukung Pelestarian Tradisi Sadran dan Tahun Baru Islam sebagai Warisan Budaya Lokal

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:21 WIB

Peduli Warga Terdampak Rob, Kapolres Kendal Serahkan Bantuan Sembako di Kelurahan Balok

Berita Terbaru

SPORT

Prancis Buka Grup I Dengan Kemenangan 3-1 Atas Senegal

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:51 WIB