Bukan Sekadar Buah, Durian Lokal Banjarnegara Kini Jadi Produk “Limited Edition”

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – Kabupaten Banjarnegara telah lama dikenal sebagai salah satu surga bagi para pencinta durian. Di tengah populernya varietas introduksi seperti Musang King, Duri Hitam, dan Bawor, para petani durian di daerah ini memilih tetap menjaga eksistensi durian lokal sebagai warisan yang memiliki cita rasa khas sekaligus nilai ekonomi tinggi.

Di wilayah Kecamatan Sigaluh, para petani mengembangkan budidaya modern untuk memenuhi permintaan pasar, namun tetap berkomitmen melestarikan varietas lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bagi mereka, durian lokal bukan sekadar komoditas, melainkan aset plasma nutfah yang harus dijaga keberadaannya.

Fenomena menarik juga terlihat pada varietas introduksi yang dibudidayakan di Banjarnegara. Menurut petani durian asal Dukuh Dirun, Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh, Eko Waluyo, kondisi tanah dan iklim Banjarnegara memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain.

“Musang King dari Banjarnegara memiliki tekstur yang lebih lembut dan creamy. Faktor kontur tanah serta kandungan unsur hara di sini memberikan cita rasa khas yang tidak ditemui di daerah lain,” ujar Eko, Jumat (17/7/2026).

Meski menerapkan teknologi budidaya modern seperti top working atau sambung pucuk untuk meningkatkan kualitas tanaman, para petani tetap memprioritaskan pelestarian durian lokal unggulan.

Eko mengatakan, varietas lokal dengan kualitas terbaik dipasarkan secara eksklusif. Bahkan, petani menyebutnya sebagai produk “limited edition” karena tidak dijual secara massal.

“Varian lokal yang sudah unggul tetap kami pertahankan. Kami menyebutnya produk limited edition. Kami tidak memasarkannya secara massal, hanya dikeluarkan saat ada event atau pesanan khusus. Harganya pun sangat spesial dan mampu bersaing dengan durian premium lainnya,” jelasnya.

Di balik potensi besar tersebut, pengembangan agrowisata durian di Banjarnegara masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi infrastruktur. Menurut Eko, hingga kini belum tersedia kawasan kebun durian yang mampu menampung kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

“Untuk kelompok kecil, kebun tradisional masih sangat menarik. Namun, untuk rombongan besar, kita masih terkendala akses parkir dan fasilitas pendukung. Padahal, peminat durian kita datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Tanaman Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menegaskan bahwa durian lokal merupakan plasma nutfah yang wajib dilestarikan.

Menurutnya, sejumlah varietas lokal unggulan yang tumbuh di Dukuh Dirun, Karangmangu, dan wilayah lain di Kecamatan Sigaluh memiliki kualitas yang tidak kalah dengan durian premium dari daerah lain dan berpotensi menjadi identitas khas Banjarnegara.

“Tantangan utama kita saat ini adalah aspek branding dan perluasan jangkauan pasar. Kita perlu upaya yang lebih kuat untuk memperkenalkan varietas lokal ini agar diakui sebagai durian unggulan khas Banjarnegara,” ujar Firman.

Saat ini, para petani tengah bersiap menyambut musim panen raya yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pergantian tahun. Keberhasilan mereka dalam memadukan inovasi budidaya modern dengan upaya konservasi varietas lokal menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berjalan beriringan dengan tuntutan pasar premium.

Upaya tersebut sekaligus semakin mengukuhkan Banjarnegara sebagai salah satu destinasi utama bagi para pemburu durian yang mengutamakan cita rasa, kualitas, dan keunikan buah lokal. (Bazz)

Berita Terkait

SATMA AMPI Madina Desak APH Verifikasi Dugaan PETI dan Minta PT Sorik Mas Mining Beri Klarifikasi
Pemkab Madina Usut Tuntas Kasus Kades Singengu Julu, Sanksi Menanti Setelah Pemeriksaan Inspektorat Rampung
PWRI Banjarnegara Perkuat Solidaritas Purnatugas di HUT ke-64
Satresnarkoba Polres Langkat Ungkap Ratusan Gram Sabu, Ganja, dan Puluhan Butir Ekstasi Selama Juli–Agustus 2026
Polres Langkat Ungkap Hasil Operasi Pekat Toba 2026, Puluhan Pelaku Premanisme hingga Kasus Perjudian Ditindak
Bank Sampah Desa Karang Salam Dapat Bantuan Motor Roda Tiga, Pengelolaan Sampah Didorong Lebih Produktif
Satgas Peti Madina Tunda Penindakan Hingga 18 Agustus, AMP2K: “Jangan Jadikan HUT RI Alasan Menunda Penegakan Hukum
Liga Banjar Cup II Desa Sirambas 2026 Mangarar FC Optimis Jadi Juara Bertahan.
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:41 WIB

SATMA AMPI Madina Desak APH Verifikasi Dugaan PETI dan Minta PT Sorik Mas Mining Beri Klarifikasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Madina Usut Tuntas Kasus Kades Singengu Julu, Sanksi Menanti Setelah Pemeriksaan Inspektorat Rampung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:30 WIB

PWRI Banjarnegara Perkuat Solidaritas Purnatugas di HUT ke-64

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Satresnarkoba Polres Langkat Ungkap Ratusan Gram Sabu, Ganja, dan Puluhan Butir Ekstasi Selama Juli–Agustus 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Bank Sampah Desa Karang Salam Dapat Bantuan Motor Roda Tiga, Pengelolaan Sampah Didorong Lebih Produktif

Berita Terbaru