Petani Desa Karang Sari Masih Andalkan Air Hujan, Kebutuhan Irigasi untuk 30 Hektare Sawah Mendesak

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi saluran air untuk mengalirkan air di saat musim hujan di wilayah Klontong Desa Karang Sari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id)

Kondisi saluran air untuk mengalirkan air di saat musim hujan di wilayah Klontong Desa Karang Sari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id)

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Keterbatasan pasokan air masih menjadi kendala utama bagi petani di Desa Karang Sari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Hingga kini, sekitar 30 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut masih mengandalkan air hujan sehingga produktivitas padi belum dapat ditingkatkan secara optimal.

Meski memiliki luas sawah yang relatif terbatas, semangat masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian tetap tinggi. Warga terus berupaya memanfaatkan jaringan pengaturan air secara tradisional yang telah ada, namun kondisinya dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan irigasi secara maksimal.

Tokoh masyarakat Dusun Klontong, Suripto, mengatakan wilayah Dusun IV masih berfokus mengembangkan pertanian padi selain komoditas hortikultura. Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi petani hingga saat ini adalah minimnya ketersediaan air.

“Lahan sawah milik warga yang masih ditanami padi sekitar 30 hektare. Kendala terbesar yang kami hadapi adalah kebutuhan air untuk mengairi tanaman padi,” ujar Suripto, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan sarana dan prasarana irigasi menjadi kebutuhan yang mendesak. Saat ini memang telah tersedia saluran air, namun masih berupa saluran tanah dan belum dipermanenkan sehingga efektivitasnya masih terbatas.

“Dari luasan lahan tersebut, pembangunan saluran air permanen sangat dibutuhkan. Salurannya sudah ada, tetapi belum dibangun secara permanen,” katanya.

Menurut Suripto, apabila saluran tersebut dapat ditingkatkan menjadi irigasi permanen, produktivitas pertanian diperkirakan akan meningkat. Selain itu, potensi sumber air di wilayah Kepetek dinilai masih dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan irigasi.

Ia menambahkan, saluran yang ada memiliki lebar sekitar dua meter dengan panjang kurang lebih 750 meter. Saluran tersebut dinilai sudah membantu petani, namun masih perlu peningkatan agar distribusi air lebih optimal. Selain memanfaatkan sumber air di Kepetek, alternatif lain yang dapat dikembangkan adalah pembangunan sumur bor hemat energi.

“Sumber air di Kepetek masih bisa dimanfaatkan. Jika diperlukan tambahan pasokan air, pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian,” ujarnya.

Selama ini, karena sepenuhnya bergantung pada sistem tadah hujan, hasil produksi padi di lahan seluas sekitar 30 hektare tersebut masih relatif rendah. Dalam satu tahun, total produksi padi di wilayah itu diperkirakan hanya mencapai sekitar 30 ton.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian melalui pembangunan jaringan irigasi dan pengembangan sumber air agar produktivitas pertanian meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Karang Sari. (Bas)

Berita Terkait

Waduk Malahayu Bersih, Wisata Makin Asri Berkat Kolaborasi Warga dan Pelajar
Satu Rumah Warga di Desa Siwuluh Hangus Terbakar, Diduga Dari Obat Nyamuk Bakar
Banjarnegara Uji Metode Matematika Jepang, 50 Siswa dan Guru Jadi Proyek Percontohan
Satpol PP Periksa Dua Terduga Pencemar Sungai Sapi, Penyidikan Berpotensi Meluas ke Pemasok Pasir
Anggota Komisi II DPR asal Brebes Buka Suara, Usulan Daerah Otonomi Baru Brebes Selatan
Resmi Dilantik, Pengurus GNPK RI Banjarnegara Diminta Aktif Kawal Pembangunan dan Anggaran Negara
Semarak HUT Ke-81 RI, Lapas Brebes Buka PORSENAP 2026 untuk Warga Binaan
Jumlah Anggota FKOWI Sebanyak 13 Organisasi Wartawan sekabupaten Indramayu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Waduk Malahayu Bersih, Wisata Makin Asri Berkat Kolaborasi Warga dan Pelajar

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Satu Rumah Warga di Desa Siwuluh Hangus Terbakar, Diduga Dari Obat Nyamuk Bakar

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Banjarnegara Uji Metode Matematika Jepang, 50 Siswa dan Guru Jadi Proyek Percontohan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Satpol PP Periksa Dua Terduga Pencemar Sungai Sapi, Penyidikan Berpotensi Meluas ke Pemasok Pasir

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Anggota Komisi II DPR asal Brebes Buka Suara, Usulan Daerah Otonomi Baru Brebes Selatan

Berita Terbaru