Ruas Jalan Pakis Aji Segera Diaspal, Penantian Warga Karang Sari yang Tertunda Bertahun-tahun Mulai Terjawab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak kondisi ruas jalan  Dukuh Pakis Aji sebagai akses satu satunya warga wilayah tersebut untuk jalur ekonomi, pendidikan bahkan saksi bisu akses perkebunan kopi dan cengkeh di masanya.(Dok.Berita Fakta.id)

Nampak kondisi ruas jalan Dukuh Pakis Aji sebagai akses satu satunya warga wilayah tersebut untuk jalur ekonomi, pendidikan bahkan saksi bisu akses perkebunan kopi dan cengkeh di masanya.(Dok.Berita Fakta.id)

Banjarnegara, Beritafakta.id – Harapan warga Dusun Pakis Aji, Desa Karang Sari, Kecamatan Punggelan, untuk menikmati akses jalan yang layak akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun menunggu akibat tertundanya realisasi pembangunan karena refocusing anggaran saat pandemi Covid-19 hingga perubahan kebijakan Dana Desa, ruas jalan yang selama ini rusak parah direncanakan mulai dibangun pada Perubahan APBD Kabupaten Banjarnegara Tahun Anggaran 2026.

Ruas jalan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat setempat sekaligus memiliki nilai historis karena berada di kawasan bekas perkebunan Pakisadji Banyoemas yang pernah menjadi sentra komoditas perkebunan sejak era kolonial Hindia Belanda.

Kepala Dusun IV Desa Karang Sari, Toro, mengatakan pembangunan ruas jalan Pakis Aji sebenarnya telah menjadi prioritas pemerintah desa sejak beberapa tahun lalu. Namun, pelaksanaannya beberapa kali tertunda akibat keterbatasan anggaran.

“Ruas jalan Pakis Aji sudah dimusyawarahkan sejak tahun 2019 dan menjadi prioritas pembangunan desa. Namun saat itu anggaran terkena refocusing karena pandemi Covid-19 sehingga belum bisa direalisasikan. Setelah pandemi selesai, kembali diusulkan pada perencanaan tahun 2025, tetapi kembali tertunda karena Dana Desa diprioritaskan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes),” ujar Toro, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akhirnya memperoleh dukungan melalui aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Partai Golkar, Agus Junedi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta yang direncanakan masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2026.

“Rencananya pada anggaran perubahan tahun 2026 ruas jalan Pakis Aji akan mulai diaspal dengan anggaran sekitar Rp300 juta melalui usulan aspirasi Bapak Agus Junedi,” katanya.

Toro menjelaskan, kondisi jalan telah beberapa kali dilakukan pengukuran untuk menentukan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh. Sebagian ruas jalan juga telah ditangani menggunakan Dana Desa pada tahun ini, meski belum menjangkau seluruh jalur menuju kawasan Pakis Aji.

“Melalui Dana Desa tahun ini sudah dilakukan pengaspalan sepanjang kurang lebih 300 meter. Sementara total panjang ruas jalan menuju Pakis Aji sekitar 1.750 meter dengan lebar 2,5 meter,” jelasnya.

Sejarah Kawasan Pakis Aji

Selain menjadi akses vital bagi warga, kawasan Pakis Aji memiliki nilai sejarah yang panjang. Wilayah tersebut dahulu merupakan kawasan perkebunan yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan cengkeh sejak masa kolonial Hindia Belanda.

Pada 1960, kawasan itu resmi memperoleh status Hak Guna Usaha (HGU) dan dikelola oleh PT Pakisadji Banyoemas. Perkebunan sempat berkembang hingga sekitar tahun 1970 sebelum mengalami penurunan produksi pada dekade 1980-an akibat pengelolaan yang dinilai kurang efektif.

Seiring menurunnya produktivitas, sebagian lahan mulai dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya tanaman palawija dan kapulaga. Setelah masa HGU berakhir pada 2011 dan tidak diperpanjang, kawasan eks perkebunan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjuangan reforma agraria oleh masyarakat setempat.

Dengan rencana pembangunan ruas jalan tersebut, warga berharap akses menuju kawasan Pakis Aji semakin baik sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka potensi pengembangan wilayah yang selama ini terkendala kondisi infrastruktur. (bas)

Berita Terkait

SATMA AMPI Madina Desak APH Verifikasi Dugaan PETI dan Minta PT Sorik Mas Mining Beri Klarifikasi
Pemkab Madina Usut Tuntas Kasus Kades Singengu Julu, Sanksi Menanti Setelah Pemeriksaan Inspektorat Rampung
PWRI Banjarnegara Perkuat Solidaritas Purnatugas di HUT ke-64
Satresnarkoba Polres Langkat Ungkap Ratusan Gram Sabu, Ganja, dan Puluhan Butir Ekstasi Selama Juli–Agustus 2026
Polres Langkat Ungkap Hasil Operasi Pekat Toba 2026, Puluhan Pelaku Premanisme hingga Kasus Perjudian Ditindak
Bank Sampah Desa Karang Salam Dapat Bantuan Motor Roda Tiga, Pengelolaan Sampah Didorong Lebih Produktif
Satgas Peti Madina Tunda Penindakan Hingga 18 Agustus, AMP2K: “Jangan Jadikan HUT RI Alasan Menunda Penegakan Hukum
Liga Banjar Cup II Desa Sirambas 2026 Mangarar FC Optimis Jadi Juara Bertahan.
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:41 WIB

SATMA AMPI Madina Desak APH Verifikasi Dugaan PETI dan Minta PT Sorik Mas Mining Beri Klarifikasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Madina Usut Tuntas Kasus Kades Singengu Julu, Sanksi Menanti Setelah Pemeriksaan Inspektorat Rampung

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:30 WIB

PWRI Banjarnegara Perkuat Solidaritas Purnatugas di HUT ke-64

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Satresnarkoba Polres Langkat Ungkap Ratusan Gram Sabu, Ganja, dan Puluhan Butir Ekstasi Selama Juli–Agustus 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Bank Sampah Desa Karang Salam Dapat Bantuan Motor Roda Tiga, Pengelolaan Sampah Didorong Lebih Produktif

Berita Terbaru