BANTEN — Semangat kemerdekaan dan gerakan melawan narkotika digaungkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kesultanan Banten. Kegiatan tersebut ditandai dengan Deklarasi “Banten Bersinar” yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk BRAIN (Barisan Relawan Anti Narkotika) Mitra BNN, IKN (Indigenous Kesadaran Nusantara), dan BATTRA SN.
Deklarasi tersebut dikomandoi Ketua BRAIN DPKW Banten, Gusti Kanjeng Ratu Ayu Primiputri Rakhmania Soeryaatmaja, yang juga merupakan putri pertama Sultan Banten XVIII. Momentum tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Mengusung tema “Menjaga Marwah Negeri, Meneguhkan Kedaulatan Bangsa, Semangat Kesultanan Banten untuk Indonesia Bersinar”, kegiatan tersebut membawa pesan utama “Merdeka dari Penjajah, Merdeka dari Narkoba.”
Rangkaian kegiatan berlangsung bersama RTB. HB. Wisanggeni Soerjaatmadja, MBA., Sultan Banten XVIII. Prosesi diawali dengan penyambutan dan penghormatan, kemudian dilanjutkan Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ikrar Kebangsaan, serta Deklarasi Banten Bersinar.
Dalam deklarasi tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen “Banten Bersatu Melawan Narkoba untuk Indonesia Emas 2045.” Pesan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari narkotika.
BRAIN Mitra BNN, IKN, dan BATTRA SN berada di bawah kepemimpinan Novita Gosal selaku Ketua Umum BRAIN Barisan Relawan Anti Narkotika Mitra BNN. Dalam kegiatan itu, rombongan turut didampingi perwakilan BRAIN Kabupaten Bekasi, di antaranya Raffa Al Gifari, Adrian, dan Primawati.
Novita Gosal mengatakan, kehadiran BRAIN Mitra BNN, IKN, dan BATTRA SN dari Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat gerakan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika.
“Kami ingin gerakan antinarkoba tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi kesadaran bersama yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain deklarasi, kegiatan juga diisi dengan prosesi Obor Perjuangan, pentas kolaborasi budaya, kebangsaan dan antinarkoba, orasi kebangsaan, hingga penutupan.
Kepedulian terhadap masyarakat turut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa layanan penyembuhan gratis bagi masyarakat Banten.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Keterlibatan berbagai organisasi masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkotika sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.
Deklarasi Banten Bersinar juga menjadi momentum untuk menghubungkan semangat kemerdekaan dengan perjuangan menghadapi ancaman narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan generasi bangsa.
Pesan yang kemudian digaungkan bersama adalah:
“Merdeka dari penjajahan, merdeka dari narkoba. Banten bersatu melawan narkoba untuk Indonesia bersinar.”
Jurnalis: Haris Pranatha






