x

Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Baitul Jannah Ratujaya Depok, Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 06:20 51 redaksi

DEPOK – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Musholla Baitul Jannah, Ratujaya, Kota Depok, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jamaah serta masyarakat sekitar.

Peringatan Maulid Nabi diawali dengan pembukaan oleh Ketua DKM Musholla Baitul Jannah, Bapak Sudarman. Acara kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan pembacaan riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW atau rawi yang dibawakan oleh Ustaz Syaiful Azis dan Ustaz Bustomi Mubarok.

Suasana semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Fadli Fadilah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Muhammad Husni. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memahami bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Menurutnya, Maulid merupakan salah satu bentuk kecintaan atau mahabbah umat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus momentum untuk mengenang, mempelajari dan meneladani kehidupan serta akhlak Rasulullah.

“Maulid bukan hanya soal perayaan lahirnya beliau, tetapi merupakan peringatan sebagai bukti mahabbah kita kepada beliau. Mudah-mudahan kita mendapatkan syafaat di yaumil akhir,” tutur Ustaz Muhammad Husni.

Ia menjelaskan, peringatan Maulid juga menjadi momentum untuk mengingat sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dikenal terjadi pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Selain mengenang kelahiran Rasulullah, peringatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi umat untuk mengingat perjalanan dan wafatnya beliau.

Dalam tausiah tersebut, Ustaz Muhammad Husni juga menjelaskan sejumlah rangkaian yang menjadi bagian dari pelaksanaan Maulid, antara lain pembacaan rawi atau riwayat Nabi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah dan nasihat agama, pembacaan doa, serta penyediaan makanan dan minuman untuk jamaah.

Lebih jauh, ia mengajak jamaah agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan mendengarkan ceramah. Nilai terpenting dari Maulid, kata dia, adalah bagaimana umat mampu menghidupkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya membiasakan diri mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah.

“Dawamkan kebiasaan Nabi yang baik,” pesannya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa sunnah Rasulullah dapat dipahami melalui tiga bentuk, yakni qauliyah, berupa ucapan atau perkataan Nabi; fi’liyah, berupa perbuatan dan tindakan Nabi; serta taqririyah, berupa ketetapan atau persetujuan Rasulullah terhadap suatu perbuatan yang dilakukan para sahabat.

Karena itu, jamaah diajak tidak hanya mengenal sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berusaha menerapkan akhlak dan sunnah beliau dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi tersebut ditutup dengan doa bersama. Jamaah juga diajak memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memohon agar kelak termasuk umat yang mendapatkan pertolongan dan syafaat Rasulullah SAW.

“Semoga kita semua termasuk umat yang diakui Nabi di Telaga Kautsar nanti. Aamiin,” tutup Ustaz Muhammad Husni.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(sjd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x