x

Festival Karnaval Culture Brebes 2026, Puluhan Ribu Penonton Antusias, Wamendagri : Tekankan Kebudayaan sebagai Pilar Pembangunan Daerah

waktu baca 4 menit
Minggu, 30 Agu 2026 09:16 159 redaksi

BREBES, Beritafakta.id — Brebes Culture Festival 2026 yang mengusung tema “Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes” menyedot antusiasme luar biasa masyarakat pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Kawasan pusat kota berubah menjadi lautan manusia yang memadati sepanjang rute acara hingga area panggung utama, mengular hingga ke Alun-alun dan meluas ke sebelah barat Sungai Pemali.

Kehadiran ribuan warga tak pelak berdampak pada arus lalu lintas. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi mengalami kemacetan panjang; di beberapa titik, kendaraan sempat terhenti sepenuhnya dalam waktu yang cukup lama.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan dari berbagai kecamatan di Brebes maupun daerah sekitar, tak sedikit pula yang datang dari luar kabupaten. Kerumunan terus memadat seiring mendekatinya waktu puncak, sehingga akses di sepanjang rute festival menjadi sangat sulit dilalui, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, pejalan kaki pun ikut susah jalan.

Meski Polres Brebes telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menempatkan ratusan personel di titik-titik strategis, volume pengunjung yang melampaui perkiraan membuat penanganan di lapangan terasa berat. Jalur alternatif yang disiapkan pun ikut terimbas kepadatan. Petugas terus berupaya mengatur arus dan memberi arahan, namun lonjakan jumlah pengunjung membuat kemacetan sempat tak terhindarkan.

Perhelatan ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kemampuan menjaga identitas dan kekayaan budaya.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma,
Wakil Bupati Brebes Wurja,
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes
Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Anggota DPR RI Komisi II Shintya Sandra Kusuma, Ketua DPRD Kabupaten Brebes M. Taufik, Sekda Brebes Tahroni, Ketua Kadin Brebes dan tamu undangan lainnya.

Wamendagri menyoroti kekayaan budaya yang dimiliki Brebes. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Brebes tahun 2024, tercatat 1.059 kelompok seni dan 6 sarana seni, mencakup wayang golek, kuda lumping, ronggeng, wayang kulit, sintren, singa depok, kuntulan, calung, burok, dan beragam kesenian lainnya. Terdapat pula 47 potensi cagar budaya.

“Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Brebes tahun 2026 juga mencatat, budaya dan warisan budaya takbenda terus dilestarikan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dengan 62 kelompok kesenian yang tercatat aktif menggelar pertunjukan dalam satu tahun terakhir,” ujarnya.

Dua aset budaya Brebes juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yaitu Ngasa (tahun 2019), tradisi di kawasan Jalan Wastu yang merefleksikan nilai syukur dan hubungan manusia dengan alam, serta Telur Asin Brebes (tahun 2020), yang bukan sekadar produk kuliner, melainkan pengetahuan dan kemahiran tradisional yang telah menjadi identitas masyarakat.

Wamendagri menitipkan lima hal penting untuk mengembangkan kebudayaan Brebes secara berkelanjutan:

Pertama, jadikan festival ini bagian dari ekosistem pemajuan kebudayaan, bukan sekadar acara tahunan. Festival perlu terhubung dengan pendataan objek pemajuan kebudayaan, pembinaan komunitas, pendidikan budaya bagi generasi muda, serta promosi yang berkelanjutan.

Kedua, perkuat basis data kebudayaan daerah. Data yang akurat menentukan kualitas perencanaan dan penganggaran. Dokumen pokok pikiran kebudayaan daerah harus terus dimutakhirkan dan menjadi dasar kebijakan.

Ketiga, berikan ruang luas bagi generasi muda. Tantangan kita adalah memastikan ada generasi yang mengenal, memahami, bangga, dan bersedia meneruskan warisan budaya. Teknologi digital harus dimanfaatkan tanpa menghilangkan nilai dasarnya.

Keempat, bangun kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, komunitas budaya, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dari berbagai latar agar kebudayaan semakin luas jangkauannya dan berkelanjutan.

Kelima, jaga agar ruang budaya menjadi ruang yang inklusif. Tema “Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes” harus tercermin dalam sikap saling menghormati, membuka ruang bagi ekspresi budaya, serta memperkuat persatuan.

Kementerian Dalam Negeri sangat mendorong daerah untuk terus mengembangkan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan daerah menjaga identitas dan memastikan kekayaan budayanya tetap lestari,” tegasnya..

Ia berharap festival ini menjadi momentum memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya Brebes, memperluas apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Mari kita jaga Brebes sebagai daerah yang maju tanpa kehilangan akar budayanya,” pesannya.

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Wamendagri mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Merdeka! Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, meriah, dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.

Meski kepadatan dan kemacetan menjadi catatan kali ini, antusiasme masyarakat justru menunjukkan betapa besar kerinduan warga terhadap ruang ekspresi budaya dan ruang berkumpul bersama. Kondisi ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi penyelenggaraan ke depan — baik soal penentuan kapasitas lokasi, manajemen akses dan parkir, maupun skema rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif terhadap lonjakan jumlah pengunjung.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x