x

Dosen UNISRI Berdayakan Kader PKK Dusun Tanen melalui Workshop Parenting

waktu baca 4 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 12:41 50 subroto

KARANGANYAR | Jumat, 12 Juni 2026. Dosen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Farco Siswiyanto Raharjo, S.Sos., M.Si., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui workshop parenting bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Tanen.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Parenting bagi Kader PKK Dusun Tanen” tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

40 Kader PKK Ikuti Workshop Parenting

Workshop berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, dan diikuti 40 kader PKK Dusun Tanen. Kepala Dusun Tanen membuka kegiatan secara resmi.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Peserta juga mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta membahas persoalan pengasuhan anak dalam kehidupan keluarga.

Metode workshop memberikan ruang bagi kader PKK untuk menyampaikan pengalaman yang mereka temui di lingkungan masyarakat.

Keluarga Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak

Dalam pemaparannya, Farco Siswiyanto Raharjo menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepribadian, dan perkembangan sosial anak.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Karena itu, pengetahuan mengenai parenting menjadi penting bagi masyarakat. Terlebih lagi, kader PKK memiliki hubungan dekat dengan keluarga dan masyarakat di tingkat dusun.

“Parenting bukan hanya berkaitan dengan bagaimana orang tua memberikan aturan kepada anak, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, memberikan keteladanan, memahami perkembangan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak,” jelas Farco.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi positif dengan anak. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan teladan dan memahami kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya.

Peserta Bahas Pengasuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui workshop tersebut, peserta mempelajari pola pengasuhan yang sesuai dengan perkembangan anak. Materi juga membahas peran orang tua sebagai teladan dalam keluarga.

Peserta kemudian berdiskusi mengenai pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

Para kader PKK turut menyampaikan berbagai pengalaman dan persoalan yang sering muncul dalam kehidupan keluarga.

Diskusi berlangsung interaktif karena narasumber menghubungkan materi parenting dengan kondisi nyata yang masyarakat hadapi sehari-hari.

Kader PKK Didorong Menjadi Penggerak Keluarga

Kader PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan pemberdayaan keluarga. Karena itu, pengetahuan yang mereka peroleh perlu diteruskan kepada keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kader PKK dapat memperluas pemahaman mengenai komunikasi keluarga, pendampingan anak, dan pola pengasuhan yang positif.

Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi kader saat memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan Dusun Tanen.

Dengan demikian, workshop parenting tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Peserta dapat menerapkan materi dalam kehidupan keluarga dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, dosen hadir secara langsung untuk berbagi pengetahuan dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Perguruan tinggi memiliki ruang untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam menghadapi persoalan sosial.

Kegiatan seperti ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat di tingkat desa dan dusun.

Kepala Dusun Apresiasi Kegiatan Parenting

Kepala Dusun Tanen memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan penyuluhan parenting tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan tambahan wawasan bagi kader PKK yang memiliki posisi strategis dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Materi parenting juga dapat membantu kader memahami persoalan keluarga secara lebih baik. Selanjutnya, kader dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.

Workshop Dorong Keluarga yang Harmonis

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Parenting bagi Kader PKK Dusun Tanen berlangsung dengan lancar.

Para peserta menunjukkan partisipasi aktif selama penyampaian materi dan diskusi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi parenting menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kader PKK dapat memperkuat peran sebagai penggerak keluarga dan agen perubahan di lingkungan masyarakat.

Pengetahuan mengenai pengasuhan positif diharapkan dapat membantu keluarga membangun hubungan yang harmonis, sehat, komunikatif, dan mendukung perkembangan anak.

Informasi dan Referensi

Referensi: Informasi mengenai Universitas Slamet Riyadi Surakarta dapat diakses melalui website resmi UNISRI.

Informasi mengenai program pendidikan keluarga dan pengasuhan anak juga dapat dipelajari melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bagaimana Pendapat Anda?

Menurut Anda, seberapa penting edukasi parenting bagi kader PKK dan masyarakat di tingkat desa atau dusun?

Tulis pendapat dan pengalaman Anda di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini agar informasi mengenai pentingnya pola pengasuhan positif dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x