x

Gempa Tektonik M3,8 Guncang Wonosobo, Getaran Dirasakan hingga Banjarnegara dan Batang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 11:48 40 redaksi

WONOSOBO, Beritafakta.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,8 (M3,8) mengguncang wilayah Wonosobo dan sekitarnya, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.43.02 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 7,21 Lintang Selatan (LS) dan 109,89 Bujur Timur (BT).

Lokasi episenter berada di darat, sekitar 17 kilometer arah barat laut Wonosobo, Jawa Tengah, dengan kedalaman hiposenter 12 kilometer.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

BMKG menyebut, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah dengan intensitas yang berbeda.

Di Wonosobo, getaran dirasakan dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan seperti adanya truk bermuatan yang melintas.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Sementara di Banjarnegara, gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI.

Getaran juga dirasakan di Batang dengan intensitas II MMI, yang umumnya dirasakan oleh sedikit orang dan ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergerak.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun dampak lainnya yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

BMKG: Belum Ada Gempa Susulan

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.

Hingga pukul 03.13 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa bumi sebaiknya mengacu pada kanal resmi BMKG.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG dan InaTEWS, kanal Telegram InaTEWS BMKG, maupun aplikasi resmi BMKG untuk perangkat iOS dan Android.

Rilis tersebut disampaikan dari Sleman, 12 September 2026, oleh Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi.

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x