x

Desa Kali Tengah Gandeng Investor Swasta Atasi Krisis Air Bersih

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 19:40 16 redaksi

BANJARNEGARA, BeritaFakta.id — Persoalan kekurangan air bersih yang selama ini menghantui warga Desa Kali Tengah, Kecamatan Purwonegoro, dan Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, mulai mendapat solusi.

Pemerintah Desa Kali Tengah menggandeng pihak swasta untuk membangun sarana dan prasarana sumber air bersih (SAB) dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 miliar. Pembangunan yang mulai dikerjakan pada Agustus 2026 tersebut diproyeksikan segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air warga, terutama menghadapi musim kemarau.

Proyek penyediaan air bersih itu memanfaatkan sumber air di Kali Sapi. Pembangunan dibiayai tiga investor dan pelaksanaannya dilakukan oleh PT KJM PAM.

Kepala Desa Kali Tengah, Satimin, mengatakan pembangunan PAM tersebut menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat di dua desa yang selama ini rawan mengalami kekurangan air saat kemarau.

“Untuk PAM swasta ini diperuntukkan bagi warga Desa Kali Tengah dan Desa Jalatunda. Modal untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih ini sudah lama kami tunggu. Investor murni bersifat sosial oriented dan belum mengarah ke profit,” kata Satimin, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan sekitar satu bulan lalu. Hingga kini, sekitar 400 warga telah mendaftar sebagai calon pengguna, mencakup tiga RT di Desa Jalatunda dan warga Desa Kali Tengah.

Satimin menyebut percepatan pembangunan dilakukan karena kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda. Apalagi, kondisi kemarau membuat ketersediaan air semakin terbatas.

“Kurang lebih ada 400 warga yang sudah mendaftar dan di Desa Jalatunda sudah ada tiga RT. Karena dikejar waktu, pembangunan ini harus selesai bulan ini. Persoalan yang harus segera kami selesaikan tentu saja kemarau,” ujarnya.

Ia menegaskan aspek perizinan dan berbagai kebutuhan administrasi pembangunan telah disiapkan. Menariknya, distribusi air melalui PAM tersebut tidak dibebankan biaya penggunaan kepada masyarakat.

Namun, warga yang menjadi pelanggan nantinya dikenakan biaya meterisasi sebesar Rp800 ribu yang dapat dibayarkan secara angsuran.

“Untuk biaya meterisasi Rp800 ribu dan itu masih bisa diangsur. Kalau 400 pengguna, Rp800 ribu dikalikan 400 hanya sekitar Rp320 juta. Sementara investor mengalokasikan Rp1,2 miliar,” jelasnya.

Anggaran investasi tersebut, lanjut Satimin, tidak hanya untuk meterisasi, tetapi mencakup pembangunan jaringan perpipaan dan sarana pendukung lainnya.

Saat ini, dari Desa Kali Tengah tercatat 207 warga telah mendaftar. Sementara cakupan pelayanan di Desa Jalatunda telah mencapai tiga RT. Secara keseluruhan, jaringan awal PAM ditargetkan menjangkau sekitar 10 RT di kedua desa.

“Anggaran segitu sudah termasuk pipanisasi dan lain-lain. Pendaftar dari Desa Kali Tengah sudah ada 207 warga, sedangkan Jalatunda sudah tiga RT. Jadi keseluruhan sudah mencakup 10 RT,” katanya.

Satimin berharap keberadaan PAM tersebut tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan air di wilayah yang saat ini terjangkau jaringan. Jika pelayanan kepada sekitar 400 pengguna berjalan baik, pemerintah desa bersama pengelola akan memperluas cakupan ke wilayah dengan elevasi lebih tinggi.

“Untuk 400 pengguna jika sudah sukses, nantinya ke wilayah yang lebih tinggi akan dibuat reservoir sebagai bak penampung,” pungkasnya.

Dengan investasi tersebut, Desa Kali Tengah berharap persoalan kekurangan air bersih yang berulang setiap musim kemarau tidak lagi menjadi persoalan tahunan bagi masyarakat.(Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x