Keterangan foto: Edi Susanto DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi PKS dan Ketua DPC PKS Rakit saat mensosialisasikan political education for kontituen and Training orientasi Partai.(Berita Fakta) BANJARNEGARA, Berita Fakta.id– Pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk penerangan jalan kabupaten, menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses kedua Rofik Hananto, anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan yang dirangkai dengan sosialisasi dan Training Orientasi Partai (TOP) tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (31/10/2026). Acara diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas kader, konstituen, serta jajaran pengurus PKS.
Hadir dalam kegiatan tersebut staf tenaga ahli (TA) Rofik Hananto, Ketua DPD PKS Kabupaten Banjarnegara, Ketua DPK PKS Banjarnegara, para Ketua DPC PKS di wilayah Dapil IV, serta para konstituen.
Dapil IV Kabupaten Banjarnegara meliputi Kecamatan Rakit, Wanadadi, dan Punggelan. Pada Pemilu Legislatif 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memperoleh total 6.464 suara di daerah pemilihan tersebut. Perolehan itu mengantarkan PKS mendapatkan satu kursi DPRD Kabupaten Banjarnegara yang kini ditempati Edi Santosa.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal politik PKS dalam memperkuat komunikasi dengan konstituen sekaligus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di wilayah Dapil IV.
Usai kegiatan, Edi Santosa, anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi PKS sekaligus Ketua DPC PKS Kecamatan Rakit, menyampaikan bahwa reses tersebut menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan program pembangunan pada tahun anggaran 2027.
“Pada acara hari ini, kita lebih mencari serapan-serapan untuk tahun anggaran 2027, khususnya melalui DPR RI lewat Bapak Rofik Hananto,” kata Edi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan infrastruktur dasar di Kecamatan Rakit, terutama pembangunan jalan, telah dianggarkan melalui pemerintah daerah untuk tahun mendatang. Sementara itu, kebutuhan pembangunan jembatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti program bedah rumah, telah disampaikan melalui aspirasi yang diperjuangkan lewat DPR RI.
Meski demikian, Edi menilai masih terdapat kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya penerangan jalan kabupaten di sejumlah jalur penghubung antarkecamatan dan antarwilayah desa.
Berdasarkan pengamatan masyarakat, penerangan jalan di jalur utara yang menghubungkan Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, menuju Desa Bandingan, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, masih minim. Kondisi serupa juga terlihat di jalur timur dari Kecamatan Wanadadi menuju Tapen, kemudian ke Desa Lengkong, Kecamatan Rakit.
Menurut Edi, penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pendukung mobilitas masyarakat, melainkan juga penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi potensi gangguan keamanan.
“Oke, sebetulnya kita memandang itu penting karena berharap khususnya jalan kabupaten itu terang dan bersinar, sehingga bisa mengurangi tingkat kerawanan kecelakaan maupun kriminalitas,” ujarnya.
Edi mengungkapkan, dirinya telah menjembatani aspirasi tersebut melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Berdasarkan komunikasi yang dilakukan, pada tahun anggaran 2027 direncanakan terdapat alokasi untuk penerangan jalan yang tersebar di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
“Saya sendiri lewat Dishub sudah menjembatani. Sudah ada kesepakatan bahwa untuk tahun 2027 akan ada alokasi penerangan jalan, cuma tersebar di seluruh Kabupaten Banjarnegara. Mudah-mudahan Rakit termasuk salah satu yang mendapatkan,” ungkapnya.
Ia berharap, aspirasi masyarakat Kecamatan Rakit dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah, sehingga akses jalan yang menghubungkan desa dan kecamatan semakin aman serta nyaman dilalui, terutama pada malam hari.
Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara masyarakat, pengurus partai, pemerintah daerah, serta wakil rakyat dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan.
“Harapannya, tetap sinergi, terus tersambung karena segala sesuatu berawal dari komunikasi yang baik, komunikasi silaturahmi, sehingga akan cepat mendapatkan solusi,” imbuhnya.
Melalui kegiatan reses dan Training Orientasi Partai tersebut, diharapkan komunikasi antara kader, konstituen, dan wakil rakyat semakin kuat, sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta mekanisme penganggaran yang berlaku. (Bas)
Tidak ada komentar