Padang — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V mencatat intensitas hujan ekstrem mencapai 212 mm/hari di DAS Anai, menyebabkan banjir, sedimentasi, luapan sungai, serta longsor di Padang Pariaman, Kota Padang, Solok, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat. Dampaknya, sejumlah intake PDAM tidak berfungsi akibat tertimbun sedimen.
Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim excavator long arm untuk menangani sedimen di Batang Kuranji, serta mengirim bronjong ke Solok dan Tanah Datar. “Kami juga menyiapkan normalisasi sungai, pembentukan alur, hingga pembangunan struktur pengendali banjir sesuai masterplan,” ujarnya.
Langkah-langkah ini dilakukan untuk memulihkan fungsi sungai dan sistem penyediaan air bersih yang mengalami gangguan signifikan.






