SATMA AMPI Madina Soroti PETI Rantobi, Diduga Siang Tutup Malam Beroperasi

Senin, 22 Desember 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, kembali menjadi sorotan. SATMA AMPI Madina menilai praktik tambang ilegal tersebut semakin licik karena diduga berhenti beroperasi pada siang hari, namun kembali menjalankan alat berat pada malam hari.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, menyebut PETI di Rantobi diduga dikuasai oleh seorang pemain bernama Mukhlis yang beroperasi di lahan milik Haji Daud. Selain itu, terdapat sosok bernama Fajar yang diduga berperan sebagai humas lapangan untuk mengondisikan situasi di lokasi tambang.

Menurut Muhammad Saleh, pola operasi siang tutup–malam jalan ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran bahkan bekingan dari oknum aparat, karena aktivitas PETI masih terus berlangsung meski laporan masyarakat telah disampaikan berulang kali.

“Ini bentuk pengelabuan hukum yang nyata. Jika tidak ada pembiaran, mustahil alat berat tambang ilegal bisa bebas beroperasi, apalagi pada malam hari,” tegasnya.

SATMA AMPI Madina menilai aktivitas PETI tersebut telah merusak lingkungan, membahayakan keselamatan warga, serta mencederai wibawa hukum di Mandailing Natal. Oleh karena itu, mereka menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa apabila aparat penegak hukum tidak segera bertindak tegas dan transparan.

Adapun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut meliputi penutupan total PETI Rantobi tanpa tebang pilih, penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, serta pengusutan dugaan keterlibatan oknum aparat.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika hukum terus dipermainkan, suara rakyat akan turun ke jalan,” pungkas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina menegaskan akan terus mengawal kasus PETI Rantobi hingga tuntas demi penegakan hukum dan keselamatan masyarakat.

(Magrifatulloh)

Berita Terkait

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas
Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes
Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik
Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan TFG Antisipasi Membludaknya Jamaah, Hadirnya Gus Iqdam di Brebes
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:20 WIB

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes

Kamis, 30 April 2026 - 09:12 WIB

Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan

Kamis, 30 April 2026 - 09:09 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Berita Terbaru