HoHo Alkaf Sulap Tanah Kas Desa Jadi Destinasi Estetis di Mandiraja

Senin, 26 Januari 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Botanical Garden Hill Rekreasi Bagi Pecinta view saat menjelang senja di Desa Purwa saba,Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (Doc. Bas)

Foto :Botanical Garden Hill Rekreasi Bagi Pecinta view saat menjelang senja di Desa Purwa saba,Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (Doc. Bas)

Banjarnegara, Berita Fakta.id — Di tengah perlambatan ekonomi dan tantangan pembangunan desa pada tahun 2026, Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, menghadirkan terobosan melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Salah satu inovasi tersebut adalah Botanical Garden Hill, destinasi wisata buatan bernuansa modern yang memanfaatkan kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia desa.

Botanical Garden Hill berdiri di atas tanah kas desa seluas sekitar lima hektare. Konsep wisata ini mengusung latar persawahan dengan sentuhan estetika modern, dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam renang anak, kafe dan restoran, wahana konservasi, eduwisata, hingga program pemberdayaan kearifan lokal berbasis agro dan perikanan.

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa HoHo Alkaf, mengatakan bahwa pengembangan wisata desa ini telah dirintis sejak tahun 2024 dengan pembiayaan dari Dana Desa (DD) dan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kalau sampai 2027 nanti, rencana pembangunan seluruh kawasan termasuk pagar keliling dan kafe dua lantai, kita butuh anggaran sekitar Rp3 miliar,” ujar HoHo saat ditemui di lokasi, Sabtu (24/1/2026).

HoHo mengungkapkan, ide awal Botanical Garden Hill berangkat dari keinginan menyediakan tempat nongkrong bernuansa alam, khususnya bagi generasi muda desa yang kini cenderung mencari ruang publik modern.

“Sekarang anak-anak desa juga pergaulannya seperti di kota, mereka butuh tempat yang nyaman, asyik, tapi tetap punya pemandangan alam. Jadi awalnya kita bikin tempat ngopi di tengah sawah,” ungkapnya.

Dalam hal promosi, pengelola memanfaatkan media sosial secara mandiri melalui akun Instagram pribadi milik HoHo yang kemudian dikelola bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

“Kita promosi lewat medsos, akun saya sudah sekitar 200 ribu follower dengan nama Bro HoHo, sekarang dikelola anak-anak Pokdarwis,” jelasnya.

Tak hanya sektor wisata, Desa Purwasaba juga mengembangkan lini agrobisnis ayam petelur di bawah naungan BUMDes sejak 2022. Dengan kapasitas 2.500 ekor ayam, sektor ini mampu menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp1,75 juta per hari.

“Kalau lele, setahun panen tiga kali, keuntungannya bisa 30 sampai 40 juta,” tambah HoHo.

Untuk modal awal pembangunan wisata, Pemdes Purwasaba mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp340 juta pada 2024 untuk pondasi dan gazebo. Kemudian pada 2025, ditambah Rp240 juta untuk pembangunan kolam renang dan fasilitas pendukung lainnya.

HoHo menegaskan bahwa keberadaan Botanical Garden Hill juga difokuskan untuk menggerakkan UMKM warga, khususnya produk telur asin yang sudah menjadi kearifan lokal desa.

“Kita prioritaskan UMKM, warga di sini spesialis telur asin. Anak-anak Pokdarwis membantu pemasaran lewat koperasi desa,” ujarnya.

Pengembangan wisata juga diarahkan ke konsep sport tourism, salah satunya melalui pasar tradisional mingguan yang digelar setiap Minggu pagi.

“Orang olahraga dulu, lari-lari, habis itu sarapan dengan jajanan tradisional seperti cenil, lupis, pecel, nasi oyek, ikan asin, mendoan. Semua dari UMKM warga,” jelas HoHo.

Ke depan, pihak desa berencana membangun rest area, kios UMKM, playground, jembatan kaca, lintasan lari, serta kawasan kebun buah seperti kelengkeng kristal dan anggur berbasis greenhouse.

Selain itu, aliran irigasi juga dimanfaatkan untuk mengairi kebun dan lahan rumput pakan ternak sebagai bagian dari integrasi wisata, pertanian, dan peternakan.

Dengan konsep terpadu tersebut, Botanical Garden Hill tidak hanya menjadi wahana rekreasi, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Purwasaba secara berkelanjutan.(bas)

Berita Terkait

Usai Dilantik, Pokdarwis Kali Jati Siapkan Strategi Pengelolaan Wisata Berkelanjutan
The Pikas Artventure Resort Banjarnegara Masuk 6 Besar WIA 2025, Disbudparwis: Bukti Wisata Kita Diakui Nasional
Family Gathering Penuh Sukacita di Puncak Bogor
Rest Area KM 84B: Destinasi Bermain Anak Terbaru dari JMRB
Nuansa Nusantara dalam Hari Ke-2 Dieng Culture Festival Ke XV
Keselamatan di Jalan Tol Prioritas Utama: Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis di Tol Purbaleunyi KM 88!
“Bayan Tree Night Journey” Tawarkan Pengalaman Spiritual yang Tak Terlupakan
Minim Fasilitas, Sukamantri Butuh Perhatian Serius untuk Jadi Destinasi Unggulan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 10:17 WIB

Usai Dilantik, Pokdarwis Kali Jati Siapkan Strategi Pengelolaan Wisata Berkelanjutan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:14 WIB

HoHo Alkaf Sulap Tanah Kas Desa Jadi Destinasi Estetis di Mandiraja

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:49 WIB

The Pikas Artventure Resort Banjarnegara Masuk 6 Besar WIA 2025, Disbudparwis: Bukti Wisata Kita Diakui Nasional

Minggu, 14 September 2025 - 08:07 WIB

Family Gathering Penuh Sukacita di Puncak Bogor

Rabu, 3 September 2025 - 12:04 WIB

Rest Area KM 84B: Destinasi Bermain Anak Terbaru dari JMRB

Berita Terbaru