Proyek Elektrifikasi Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Makin Diakui Global

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengoperasian The East Cost Rail Link (ECRL). Sumber: https://www.ecrlmalaysia.com/

Ilustrasi pengoperasian The East Cost Rail Link (ECRL). Sumber: https://www.ecrlmalaysia.com/

beritafakta.id — PLN Group kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP), anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari target.

Dua titik proyek yang diselesaikan lebih awal tersebut yakni Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang rampung 15 hari lebih cepat dari jadwal, serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang bahkan selesai satu bulan lebih cepat dari target.

Keberhasilan percepatan ini mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik di proyek tersebut.

Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman, mengatakan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung menuju FS 01 dan FS 09 merupakan bagian krusial dalam sistem elektrifikasi jalur ECRL.

“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujar Azreen.

Sebagai informasi, ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Jalur ini dirancang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk layanan penumpang dan kargo.

Proyek ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 1 juta ton CO₂ per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.

Azreen menambahkan, pihaknya berharap kinerja positif PLN dapat terus berlanjut pada proyek berikutnya.

“Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata transformasi dan ekspansi bisnis PLN di level global.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa,” kata Darmawan.

Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN NPC bertugas melakukan pengadaan peralatan pendukung sekaligus mengeksekusi pekerjaan konstruksi hingga komisioning.

Secara keseluruhan, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek tersebut dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyebut percepatan penyelesaian proyek ini menunjukkan kapabilitas perusahaan Indonesia dalam menggarap proyek strategis lintas negara.

“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujar Ruly.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa PLN NPC telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor pembangkitan dan transmisi listrik. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam pengerjaan elektrifikasi ECRL di Malaysia.

Ia menegaskan PLN NPC siap melaksanakan pekerjaan design and build elektrifikasi Feeder Station yang meliputi pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL) serta Underground Cable sepanjang tiga kilometer, termasuk berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkas Djarot.

Berita Terkait

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI
M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah
Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan
Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai
Akses Listrik Kian Merata, Menjangkau 96,2 Juta Pelanggan PLN se-Indonesia pada 2025
Di Tengah Dinamika Global, PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025
Strategi Juragan Tahu Nono Hadapi Lonjakan Harga Dengan Kemauan, Kerja Keras & Jujur
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:25 WIB

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:38 WIB

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:04 WIB

Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:51 WIB

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WIB

Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai

Berita Terbaru