Banjarnegara, beritafakta.id– Ribuan warga memadati Alun-Alun Banjarnegara, Kamis (2/4/2026), untuk mengikuti tradisi ngalap berkah melalui prosesi perebutan lima gunungan dalam rangka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara.
Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya yang menjadi puncak perayaan. Prosesi diawali dengan kirab kereta kencana serta parade budaya yang diikuti oleh jajaran OPD, instansi vertikal, BUMD, hingga BUMN.
Lima gunungan berisi hasil bumi khas Banjarnegara menjadi pusat perhatian. Setelah doa bersama dipanjatkan, gunungan tersebut langsung diserbu warga dan habis dalam waktu singkat.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menjelaskan bahwa jumlah lima gunungan memiliki makna filosofis sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan serta melambangkan potensi unggulan dari lima eks-kawedanan di Banjarnegara.
“Ini merupakan upaya melestarikan budaya lokal agar tetap eksis dan tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Prosesi perebutan gunungan dimulai setelah aba-aba dari Wakil Bupati Wakhid Jumali. Sebelumnya, gunungan ditempatkan di panggung dengan pengamanan dari personel TNI untuk menjaga ketertiban.
Begitu aba-aba diberikan, warga langsung berebut isi gunungan. Bagi masyarakat, mendapatkan bagian dari hasil bumi tersebut diyakini membawa keberkahan.
Imran (42), warga Madukara, mengaku senang bisa ikut serta dan mendapatkan bagian gunungan. Ia berharap Hari Jadi Banjarnegara membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Banjarnegara semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” katanya.
Hal senada disampaikan Yanti (35), warga Wanadadi, yang rutin mengikuti tradisi ini setiap tahun. Ia rela datang sejak pagi demi menyaksikan kirab dan ikut berebut gunungan.
“Harapannya Banjarnegara semakin makmur, dan kami bisa terus merasakan tradisi seperti ini,” ungkapnya.
Tradisi “ngalap berkah”melalui perebutan gunungan menjadi simbol kuatnya kearifan lokal yang terus dijaga masyarakat. Di usia ke-455 tahun, perayaan ini tidak hanya meriah, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Penulis : Baskoro
Editor : Faiza Sasikirana












