BREBES, Beritafakta.id – Suhu politik di internal salah satu partai besar di Kabupaten Brebes mendadak memanas menjelang pemilihan Ketua DPC baru. Ketidaknyamanan mulai dirasakan oleh sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) menyusul adanya dugaan tekanan dan intervensi yang dilakukan oleh Ketua DPC petahana (lama).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah PAC yang sebelumnya telah mendeklarasikan dukungan kepada kandidat lain kabarnya dipaksa untuk mencabut dukungan tersebut. Tidak main-main, tekanan tersebut disertai ancaman pembekuan kepengurusan PAC jika tetap bersikukuh mendukung calon rival.
Tak hanya ancaman struktural, intervensi tersebut diduga merembet ke ranah operasional. Ketua DPC lama ditengarai mengancam akan menahan atau tidak menyalurkan dana aspirasi bagi wilayah PAC yang dianggap “membangkang” dari arahannya.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari salah satu kandidat ketua yang didukung oleh PAC-PAC tersebut. Saat dikonfirmasi, kandidat yang enggan disebutkan namanya ini menyayangkan praktik politik yang dianggapnya tidak sehat.
“Sangat kami sayangkan. Jika benar ada intervensi dan ancaman pembekuan hingga penahanan aspirasi, ini jelas mencederai demokrasi di tubuh partai. Tindakan tersebut sangat tidak elok dilakukan oleh seorang pemimpin,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) seharusnya menjadi ajang adu visi dan gagasan, bukan tempat untuk melakukan intimidasi demi mempertahankan kekuasaan.
Menurutnya, hak suara PAC harus dihormati sebagai representasi akar rumput.
“Biarkan PAC memilih sesuai hati nurani mereka demi kemajuan partai ke depan. Praktik-praktik seperti ini hanya akan merusak soliditas kader di bawah,” tegasnya.
Salah satu ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Brebes menyayangkan itu, menurutnya, PAC punya hak untuk memilih kandidat yang terbaik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua DPC lama belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan intervensi dan ancaman yang beredar di kalangan pengurus kecamatan tersebut.
Rusmono






