Banjarnegara, beritafakta.id – Fenomena luar biasa terjadi di Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026. Dusun di kawasan dataran tinggi Dieng ini kembali mencatatkan tradisi kurban spektakuler dengan penyembelihan 53 ekor sapi dan 346 ekor kambing, menghasilkan sekitar 25 ton daging kurban yang dikemas menjadi 8.600 paket,untuk dibagikan kepada masyarakat.
Jumlah tersebut menjadikan Dusun Krajan sebagai salah satu wilayah dengan distribusi hewan kurban terbesar di Kabupaten Banjarnegara. Ribuan kupon telah disiapkan panitia untuk memastikan pembagian daging berlangsung tertib dan merata.
Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan serentak, Rabu (27/5/2026), di seluruh masjid dan musala di wilayah Desa Batur. Setelah proses penyembelihan, daging dikumpulkan di Gedung Muhammadiyah setempat untuk ditimbang, dikemas, dan didistribusikan.
Kepala Desa Batur, Fauzi, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini tetap tinggi meski terjadi pergeseran komposisi hewan kurban.
“Untuk Dusun Krajan saja tercatat 53 ekor sapi dan 346 kambing. Total daging yang terkumpul mencapai sekitar 25 ton, kemudian dikemas masing-masing 2,5 kilogram menjadi 8.600 paket. Ini murni swadaya masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fauzi, jika dihitung secara keseluruhan, jumlah hewan kurban di seluruh Desa Batur tahun ini mencapai 176 ekor sapi dan 714 kambing/domba**.
Rekapitulasi Hewan Kurban Desa Batur 2026
1.Krajan: 53 sapi, 346 kambing
2.Ngratan: 4 sapi, 36 kambing
3.Sidarja: 10 sapi, 36 kambing
4.Bujangsari: 10 sapi, 63 kambing
5.Sigeblug: 6 sapi, 25 kambing
6.Tieng: 9 sapi, 11 kambing
7.Jelgong Kulon: 19 sapi, 7 kambing
8.Jelgong Wetan: 4 sapi, 7 kambing
9.Bakalan: 3 sapi, 11 kambing
10.Purwajiwa: 7 sapi, 10 kambing
11.Karanganyar: 19 sapi, 20 kambing
12.Kalianget: 14 sapi, 7 kambing
13.Majatengah: 6 sapi, 31 kambing
14.Bandingan: 4 sapi, 3 kambing
15.Tlagabang: 7 sapi, 1 kambing
Total Desa Batur: 176 sapi dan 714 kambing/domba.
Fauzi menambahkan, tradisi kurban di Desa Batur telah mengakar kuat sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial. Menariknya, tahun ini terdapat kisah inspiratif dari **empat siswa kelas V SD** yang berhasil membeli seekor kambing kurban dari hasil menabung uang jajan selama satu tahun.
“Ini bukti bahwa nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan sudah ditanamkan sejak dini. Mereka belajar bahwa kurban bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk penghambaan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang disembelih berasal dari swadaya warga tanpa bantuan pihak luar. Hal tersebut mencerminkan tingginya kesadaran religius masyarakat.
Ketua Panitia Kurban Dusun Krajan, Ahmad Hidayatussibyan, optimistis tradisi besar ini akan terus berlanjut.
“Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Kami berharap generasi muda yang hari ini belajar berkurban kelak akan melanjutkan tradisi ini dengan semangat keikhlasan yang sama,” katanya.
Melimpahnya hewan kurban di Dusun Krajan tak hanya menjadi kebanggaan warga Batur, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan ketakwaan masyarakat lereng Dieng yang terus terjaga lintas generasi.(Bas)












