BREBES, Beritafakta.id – Sebanyak 31 SPPG di Kabupaten Brebes berhenti operasi sebagai dampak kasus hukum yang menyeret tiga petinggi BGN. Ribuan siswa penerima manfaat terkena dampaknya.
Pengungkapan kasus korupsi para petinggi BGN oleh Kejaksaan Agung berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Tak terkecuali di Kabupaten Brebes, puluhan SPPG ikut berhenti operasi. Dapur dapur tersebut sementara setop kegiatan masak karena persoalan anggaran yang tidak cair.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho saat dikonfirmasi Senin (8/6/2026) siang membenarkan hal tersebut. Data BGN Kabupaten Brebes menyebut, secara keselururhan ada 50 SPPG dari 182 yang berhenti operasi.
Dari 50 SPPG itu, 31 diantaranya berhenti karena dampak ungkap kasus korupsi. Proses hukum yang sedang berjalan menyebabkan proses administrasi pencairan tertunda. Sedangkan untuk 19 SPPG lainnya berhenti karena terkena suspend.
“Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair karena keterlambatan pencairan dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Kalau 19 SPPG lainnya sedang suspend,” jelas Arya.
Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa penerima manfaat MBG di sejumlah sekolah tidak menerima paket makanan seperti biasanya. Korwil BGN Brebes ini memberikan gambaran, setiap SPPG memiliki jumlah penerima manfaat antara 2.200 sampai 2.500 orang. Jika ditotal, maka ada 68.200 lebih penerima manfaat yang terdampak.
“Tiap SPPG estimasi ada 2.200 sampai 2.500 penerima manfaat. Maka jumlahnya puluhan ribu,” ungkap dia.
Para siswa penerima manfaat berharap program tersebut dapat segera kembali berjalan karena dinilai memberikan manfaat bagi kebutuhan gizi mereka. Salah satu penerima manfaat, Fika Mulyaningrum, siswi SMP Negeri 1 Brebes, mengaku tidak menerima MBG mulai Senin, hari pertama penghentian sementara program tersebut. Siswi ini mengharapkan, program MBG bisa berjalan kembali.
“Hari ini tidak dapat. Penginnya MBG beroperasi lagi, agar pelajar dapat jatah makan lagi,” ujar Fika ditemui di sekolahnya.
Harapan serupa disampaikan siswa lainnya, Evan Jose Setiawan. Menurutnya, program MBG sangat membantu siswa sehingga penghentian sementara diharapkan tidak berlangsung lama.
“Inginnya diadakan lagi dengan lauk yang lebih variatif dan sehat, biar tidak sampai membosankan,” ujar Jose.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program MBG SMP 1 Brebes, Fakrurrozi, mengatakan informasi penghentian sementara distribusi MBG dari pihak SPPG masuk pada Minggu (7/6/2026) malam.
“Kami dapat kabar semalam melalui grup WhatsApp. Katanya sementara berhenti dulu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” kata Fakrurrozi.
Fakhrurrozi menjelaskan, sebanyak 734 siswa di SMP Negeri 1 Brebes tercatat sebagai penerima manfaat MBG. Mereka terakhir menerima distribusi makanan pada Jumat kemarin.
“Tentu harapannya program ini bisa kembali berlanjut secepatnya,” harapnya.
Rusmono






