Kabupaten Bekasi – Atlet muda Cikarang Sambo Club, Muhammad Raziq Athari, sukses mengharumkan nama Kabupaten Bekasi setelah meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional Sambo 2026 yang berlangsung di Palembang.
Raziq Athari yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cikarang Selatan tampil gemilang pada debutnya di ajang nasional. Bertanding di kelas Cadet +58 kilogram, kategori terbuka tanpa batas maksimal berat badan, Athari harus menghadapi lawan-lawan dengan postur dan pengalaman bertanding yang beragam dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum menekuni olahraga sambo, Athari telah memiliki dasar yang kuat di sejumlah cabang bela diri, seperti judo, aikido, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dan muaythai. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam mengembangkan kemampuan teknik dan mental bertandingnya di arena sambo.
Menjelang kejuaraan, Athari menjalani program latihan intensif bersama Cikarang Sambo Club selama 10 hari. Disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan selama masa persiapan akhirnya membuahkan hasil dengan raihan medali perak pada penampilan pertamanya di tingkat nasional.
Kejuaraan Nasional Sambo yang digelar di Palembang diikuti sekitar 250 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet muda berbakat hingga petarung berpengalaman yang juga aktif di kompetisi Mixed Martial Arts (MMA).
Dalam mengikuti kejuaraan tersebut, Athari didampingi langsung oleh pelatih serta kedua orang tuanya. Keberangkatan ke Palembang dilakukan secara mandiri sebagai bentuk dukungan penuh keluarga terhadap pengembangan prestasi olahraga sang atlet.
Prestasi yang diraih Muhammad Raziq Athari menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bekasi sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan Cikarang Sambo Club mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berprestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri, berprestasi, serta mengharumkan nama daerah melalui dunia olahraga, khususnya cabang bela diri sambo.
Penulis: Haris Pranatha,












