x

Antisipasi Kekeringan, Bupati Lucky Hakim Siapkan 63 Titik JIAT dan Beri Bantuan Pompa Air untuk Petani

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 14:58 7 redaksi

Indramayu, beritafakta. Id – Pemerintah Kabupaten Indramayu memperkuat upaya mitigasi dampak kekeringan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan penyaluran bantuan mesin pompa air bagi petani.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Serah Terima Aset Operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air, yang berlangsung di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa (18/8/2026).

Hadir dalam serah terima tersebut Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, gabungan kelompok tani, serta undangan lainnya.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, Pemkab Indramayu terus melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap pertanian. Di antaranya melalui bantuan pompa air, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta pengembangan program Listrik Masuk Sawah.

Bupati Lucky Hakim meminta camat dan pemerintah desa mengawal pemanfaatan bantuan agar dapat digunakan secara optimal oleh petani. Selain itu, ia juga mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan pada musim kering dengan menanam komoditas yang sesuai seperti jagung, semangka, melon, dan palawija.

“Selagi para petani masih semangat menanam, kami akan optimistis,” katanya.

Bupati Lucky Hakim menegaskan, pemerintah terus memberikan motivasi bahwa bertani bisa membuat makmur.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menyampaikan, dari usulan pembangunan JIAT kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun. Sementara 47 titik tambahan masih dalam proses.

Pembangunan JIAT, imbuhnya, akan diprioritaskan di wilayah persawahan tadah hujan yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan, di antaranya Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.

“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” kata Sugeng.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Hermansyah. Ia menegaskan, ketersediaan air merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Pemerintah terus mendorong penguatan infrastruktur pengairan, termasuk JIAT dan program Listrik Masuk Sawah. Akses listrik untuk pertanian diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber energi untuk pompa dengan lebih mudah dan terjangkau,” ujarnya.

Bantuan dari pemerintah mendapat sambutan positif dari petani. Tawang, petani asal Desa Krasak, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Kami bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya alsintan dari pemerintah pusat maupun daerah. Ketersediaan air menjadi kebutuhan utama petani agar kegiatan tanam dapat terus berlangsung dan risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya. (Toy/Dedi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x