x

DCF ke-16 Diproyeksikan Naik Kelas ke Kancah Pariwisata Internasional

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 12:00 10 redaksi

Banjarnegara,BeritaFakta.id — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Kementerian Kebudayaan memperkuat sinergi untuk mendorong “Dieng Culture Festival (DCF)”menjadi salah satu event budaya dan pariwisata berkelas internasional.

Memasuki penyelenggaraan ke-16 pada 2026, DCF tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata berbasis sejarah, warisan budaya, serta ekonomi kreatif masyarakat.

Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, **Agus Widiatmoko**, mengatakan pengembangan DCF perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh ekosistem budaya dan pariwisata, mulai dari pemerintah, komunitas lokal, seniman, tokoh adat, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Kami tidak hanya fokus pada atraksi seni di atas panggung. Penguatan kapasitas pelaku festival, kurasi UMKM pangan lokal, hingga kebersihan dan hospitality pelaku ekonomi kreatif akan kita tingkatkan,” ujar Agus seusai pembukaan DCF ke-16 di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, Kementerian Kebudayaan siap memfasilitasi pengembangan DCF, baik melalui peningkatan kapasitas penyelenggara maupun dukungan anggaran.

Agus menilai potensi budaya dan kuliner lokal Dieng memiliki nilai yang kuat untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Pangan lokal, kata dia, tidak sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan sejarah dan cerita yang dapat memperkuat identitas budaya kawasan Dieng.

“Pangan lokal di Dieng memiliki nilai gastronomi tinggi karena menyimpan sejarah dan cerita di balik pembuatannya,” katanya.

Selain penguatan warisan budaya takbenda, pemerintah pusat juga mendorong pelestarian warisan budaya bendawi di kawasan Candi Dieng.

Melalui Kementerian Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah, pemugaran Candi Semar telah diselesaikan pada tahun ini. Selanjutnya, agenda pelestarian akan diarahkan pada pemugaran pagar candi serta ekskavasi kawasan untuk mengungkap struktur dan artefak sejarah yang masih tertimbun.

“Integrasi antara pemugaran cagar budaya dan penguatan warisan budaya takbenda ini akan membentuk *historical trip* yang mampu mengangkat potensi Banjarnegara ke tingkat pariwisata internasional,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan DCF yang telah berlangsung selama 16 tahun.

Menurut Amalia, konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak telah membawa DCF masuk dalam jajaran 10 Besar Karisma Event Nusantara (Top 10 KEN).

“Perjalanan 16 tahun ini bukan waktu yang singkat. Terpilihnya DCF dalam Top 10 KEN membuktikan bahwa event ini memiliki posisi strategis dalam agenda pariwisata nasional,” kata Amalia.

Ia menegaskan, DCF dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pengembangan tersebut diarahkan agar potensi budaya yang tumbuh dari masyarakat dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana nilai-nilai kebudayaan ini berasal dari masyarakat dan manfaatnya kembali sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Amalia berharap penyelenggaraan DCF terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya sehingga mampu mempertahankan posisi sebagai event unggulan nasional sekaligus membuka peluang lebih besar menuju pasar wisatawan internasional.

“Kami berharap DCF terus membenahi diri agar selalu menjadi event unggulan yang dinantikan wisatawan,” katanya. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x