BREBES, Beritafakta.id — Menjelang perhelatan akbar Bawang Merah Brebes Festival, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan gelaran besar ini. Bupati menegaskan bahwa festival bukan sekadar perayaan, melainkan momentum strategis untuk mendorong pertanian yang modern, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

“Menjadi Kabupaten Brebes adalah sebuah kebanggaan sekaligus amanah yang harus kita jaga. Di era global saat ini, kita tidak boleh hanya berbangga dengan hasil produksi semata. Kita harus melangkah lebih maju menuju pertanian yang modern, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” ujar Paramitha.

Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor: pemerintah, petani, akademisi, dunia usaha, investor, serta seluruh pemangku kepentingan bersatu membangun masa depan pertanian Brebes yang lebih maju.

“Kehadiran para pejabat negara dalam berbagai agenda menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian mendapatkan perhatian dan dukungan serius dari pemerintah pusat. Festival ini juga menjadi ruang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam kemajuan ini,” tegasnya.

Kemajuan pertanian diharapkan membawa dampak luas bagi perekonomian daerah: “Pertanian yang maju akan melahirkan perputaran ekonomi yang lebih luas, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan sektor pariwisata, serta memperkuat identitas Kabupaten Brebes sebagai daerah yang kaya akan potensi dan budaya.”

Bupati menyadari bahwa, keberhasilan festival berskala besar tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan sebuah festival sebesar ini tentu tidak dapat diwujudkan sendirian. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong dari seluruh elemen. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia penyelenggara, sponsor, mitra usaha, komunitas, relawan, media, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Bawang Merah Brebes Festival,” ajak Bupati.

Ia juga mengajak seluruh pihak menunjukkan bahwa Brebes mampu menjadi tuan rumah yang ramah, tertib, aman, dan membanggakan.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum untuk memperkuat pertanian Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas jaringan investasi, serta memperkenalkan potensi Brebes kepada dunia. Brebes Beres!” pungkas Bupati Paramitha.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu (9/9/2026), menyampaikan bahwa Festival Bawang Merah Brebes bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Festival ini menjadi media promosi dan branding bawang merah Brebes kepada masyarakat, pelaku usaha, serta pasar nasional maupun internasional,” ungkap Hendri Adi Komara.

“Kita ingin memperluas pasar, memperkuat nilai ekonomi bawang merah, dan memastikan manfaatnya kembali kepada petani. Sejalan dengan Program Unggulan Bupati Brebes ‘Jaga Harga Bawang’ dan ‘Petani Hidup Sejahtera’, produksi harus diikuti pasar yang kuat dan harga yang menguntungkan, sehingga petani benar-benar lebih sejahtera,” jelasnya.

(Rusmono)