x

Diduga Rem Bermasalah, Truk Tangki BBM Tabrak Truk Molen di Pagojengan, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 15:18 158 redaksi

BREBES, Beritafakta.id — Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan berat, yakni truk molen dan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, terjadi di ruas Jalan Nasional wilayah Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 18.41 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kecelakaan sempat menyebabkan arus kendaraan dari kedua arah mengalami kepadatan dan tersendat.

Truk tangki BBM mengalami benturan pada bagian samping. Hingga laporan ini ditulis, belum terdapat informasi mengenai adanya kebocoran bahan bakar dari kendaraan tangki tersebut.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Sopir Truk Molen Ungkap Kronologi

Dayat, pengemudi truk molen bernomor polisi B 9141 FIN, warga Kampung Kebon Kelapa, RT 03/RW 03, Tambun Selatan, Bekasi, mengungkapkan kronologi kejadian kepada awak media.

Menurut Dayat, saat kejadian dirinya tengah memundurkan truk molen untuk keperluan pekerjaan pengecoran jalan. Pada saat itu, arus lalu lintas menuju Bumiayu disebut sudah kembali dibuka.

Dayat mengaku melihat truk tangki BBM Pertamina bernomor polisi B 9376 FFV yang dikemudikan Joni, warga Maos, Kabupaten Cilacap, melaju dalam kondisi yang menurut pengamatannya sulit dikendalikan.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

“Saat itu saya sedang memundurkan truk molen untuk keperluan pengecoran jalan. Arus lalu lintas arah Bumiayu sudah dibuka kembali,” ujar Dayat.

Ia mengatakan, laju truk tangki tersebut terlihat tidak dapat diperlambat. Dayat menduga kondisi tersebut berkaitan dengan masalah pada sistem pengereman kendaraan.

“Saya melihat mobil tangki BBM Pertamina berplat B 9376 FFV yang dikemudikan Pak Joni, warga Maos, Cilacap, lajunya tidak terkendali. Terlihat jelas ada indikasi rem bermasalah. Laju kendaraannya tidak bisa diperlambat,” katanya.

Karena khawatir terjadi kecelakaan yang lebih besar, Dayat mengaku berupaya menghalangi laju kendaraan tersebut. Namun, benturan antara kedua kendaraan tetap tidak dapat dihindari.

“Karena khawatir terjadi hal yang lebih buruk, saya berinisiatif menahan laju mobil tangki tersebut. Saya berusaha menghalangi, namun benturan tetap terjadi,” tuturnya.

Warga Soroti Keselamatan Pekerjaan Jalan

Kecelakaan tersebut juga mendapat perhatian warga sekitar lokasi. Mereka menilai kondisi medan dan aktivitas pekerjaan jalan di ruas tersebut membutuhkan pengaturan lalu lintas serta aspek keselamatan yang lebih ketat.

“Kegiatan di lokasi ini memang cukup mengkhawatirkan. Medannya sudah cukup serius, apalagi jika terjadi kecelakaan seperti ini,” ujar seorang warga.

Menurutnya, pihak pelaksana pekerjaan perlu memastikan pengamanan lalu lintas selama kegiatan berlangsung, terutama di jalur nasional yang memiliki arus kendaraan cukup padat.

“Seharusnya pihak pelaksana lebih mengutamakan keselamatan, termasuk menjalin kerja sama dengan kepolisian agar pengaturan lalu lintas lebih terjamin dan tertib,” pungkasnya.

Ruas Jalan 700 Meter Tengah Dikerjakan

Sementara itu, ruas jalan sepanjang kurang lebih 700 meter di wilayah Pagojengan saat ini tengah dalam pengerjaan.

Dodi, selaku pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek hasil tender yang dimenangkan PT PKS, dengan Haryadewa sebagai subkontraktor pelaksana.

“Pekerjaan ini adalah hasil tender yang dimenangkan PT PKS, dengan Haryadewa sebagai subkontraktor pelaksana, dan masuk dalam lingkup pekerjaan Multi Years,” jelas Dodi.

Polisi Kumpulkan Keterangan

Pasca kejadian, pihak kepolisian melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan keterangan dari kedua pengemudi serta sejumlah saksi.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang. Dugaan adanya gangguan pada sistem pengereman truk tangki sebagaimana disampaikan pengemudi truk molen masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Warga berharap instansi terkait bersama pihak pelaksana pekerjaan segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi pekerjaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x