Mayat Pria Ditemukan di Kawasan Hutan Songgom, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Senin, 24 November 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Beritafakta.id — Warga Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Brebes, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area bekas Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani KPH Balapulang, Senin (24/11) pagi. Korban yang belakangan diketahui bernama Kusyanto bin Tasim, asal Tegal, diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh Ahmad Sobari alias Baron (42). Ia mengisahkan bahwa sehari sebelumnya, Minggu malam, seorang warga melihat sebuah mobil berwarna abu-abu melaju kencang memasuki kawasan hutan jati menuju bekas TPK saat hujan deras sekitar pukul 20.00 WIB.

“Tiga menit setelah masuk, mobil itu langsung keluar lagi. Awalnya kami kira itu pelaku pencurian kayu, jadi saya laporkan ke Perhutani,” ujar Baron.

Kecurigaan tersebut mencuat kembali ketika keesokan paginya, Nur—seorang warga pembabat rumput—menemukan mayat laki-laki di lokasi yang sama. Baron kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat kepolisian dan perangkat desa.

Kanit Reskrim Polsek Songgom, Ipda Mashudi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi kekerasan.

“Korban mengalami luka memar di bagian belakang kepala. Dugaan sementara, ini kasus pembunuhan,” jelas Mashudi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri keberadaan mobil misterius yang terlihat di lokasi kejadian pada malam sebelumnya. Identitas korban telah dipastikan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.

Kasus ini tengah ditangani intensif oleh Polsek Songgom dan Polres Brebes guna mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

(Rusmono)

Berita Terkait

Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan
TNI dan Polisi Harus Bersama Tertibkan PETI di Kotanopan Demi Tepis Isu Konflik Keamanan.
Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Polda Jateng Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Dengan Baik
Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum.
Pererat Silaturahmi, Satma AMPI Madina Bersama DPK STAIN Madina Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Pastikan Kepatuhan Jam Operasional di Bulan Ramadhan, Satpol PP Banjarnegara Intensifkan Monitoring Hiburan Malam
Groundbreaking 8 Sabo Dam Marapi, PU Perkuat Pengendalian Lahar di Sumbar
Kementerian Transmigrasi Dorong Produktivitas Durian Parigi Moutong
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:44 WIB

TNI dan Polisi Harus Bersama Tertibkan PETI di Kotanopan Demi Tepis Isu Konflik Keamanan.

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:34 WIB

Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Polda Jateng Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Dengan Baik

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:06 WIB

Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum.

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pererat Silaturahmi, Satma AMPI Madina Bersama DPK STAIN Madina Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Berita Terbaru