Malang — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali memastikan struktur Jembatan Brantas dalam kondisi aman menyusul longsoran pada dinding penahan tanah di bahu oprit jembatan yang terjadi 23 November 2025.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menyampaikan bahwa penanganan darurat sudah dilakukan, termasuk pembongkaran pagar eksisting, pembersihan material longsor, hingga pemasangan bronjong dan cerucuk untuk stabilisasi awal.
“Penanganan permanen berupa pembangunan DPT baru dan saluran drainase ditargetkan selesai 19 Desember 2025,” kata Javid.
Padatnya lalu lintas di ruas Gatot Subroto menjadi tantangan utama dalam pengerjaan konstruksi. Karena itu, BBPJN bekerja sama dengan Satlantas Polresta Malang dan BPTD Kemenhub untuk memberlakukan manajemen lalu lintas buka–tutup serta memaksimalkan pekerjaan pada malam hari.
Sementara itu, Kementerian PU menegaskan akan terus memantau perkembangan hingga struktur oprit kembali sepenuhnya aman.






