dr. Amalia Desiana Kembali Pimpin PMI Kabupaten Banjarnegara periode 2015-2030

Minggu, 26 Januari 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: dr.Amalia Desiana Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara,Periode 2015-2030 sangat apresiatif di depan Audiens.

Photo: dr.Amalia Desiana Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara,Periode 2015-2030 sangat apresiatif di depan Audiens.

Banjarnegara, beritafakta.id – dr. Amalia Desiana secara aklamasi terpilih kembali memimpin PMI Kabupaten Banjarnegara lima tahun kedepan.

Kepastian tersebut dihasilkan dalam agenda musyawarah PMI kabupaten Banjarnegara yang digelar, pada Sabtu (15 /1/2025) di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara.

Dari total 20 PMI Kecamatan yang hadir dalam musyawarah tersebut total dan bulat dalam satu dukungan untuk dr. Amalia Desiana agar kembali memimpin organisasi kemanusiaan tersebut untuk periode 2015-2030.

“Terima kasih atas amanat dan kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk bersama-sama berbuat dalam karya kemanusiaan di kabupaten Banjarnegara,” ujar dr. Amalia Desiana.

Amalia juga menjelaskan, PMI sebagai organisasi kemanusiaan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang tentunya membutuhkan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara serta mitra dan semua pihak yang terus bergerak bersama mendukung program serta derap langkah PMI dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap kedepan performa PMI Banjarnegara dapat terus meningkat dengan didukung oleh seluruh elemen yang dibarengi dengan peningkatan kapasitas serta kualitas pengurus, staff dan relawan.

“Mari kita kembali bergandengan tangan erat, memberikan gagasan, pikiran serta kontribusi nyata melalui pengabdian yang tulus berlandaskan solidaritas untuk kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu Pj Bupati Banjarnegara M. Masrofi memberikan apresiasi terhadap kinerja dan sepak terjang PMI Banjarnegara yang terus memberikan aksi nyata, dukungan serta melayani masyarakat dengan respon cepat.

“kehadiran PMI di tengah masyarakat memiliki peran sangat penting, khusunya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, baik dalam situasi darurat maupun di waktu normal,” ungkap Masrofi.

Lebih jauh Pj Bupati Masrofi juga menjelaskan PMI kata dia tidak hanya menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusian, tetapi menjadi inspirasi bagi kita semua tentang nilai – nilai kepedulian, solidaritas dan pengabdian tanpa pamrih.

“Semua ini adalah bukti nyata bahwa PMI benar benar hadir untuk masyarkat dengan berbagai pelayanan seperti respon bencana, donor darah, dan kegiatan sosial kemanusiaan lainya,” tegasnya.

Pj Bupati juga berharap PMI Banjarnegara terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan elemen masyarakat lainya agar kegiatan PMI dapat lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Jaga semangat kesukarelawan karena ini adalah inti dari perjuangan PMI dalam melaksanakan mandatnya sebagai organisasi kemanusian,” pungkas Masrofi.

Sementara itu, ketua Bidang Infokom PMI Provinsi Jawa Tengah Prof Dr Ir S Budi Prayitno MSi berpesan PMI Banjarnegara diharapkan dapat dirasakan perannya untuk masyarakat dengan mendasarkan 3 landasan praktis yaitu menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa pembedaan, benar secara hukum dalam menjalankan tugas serta memberi manfaat bagi internal PMI dan masyarkat.

“Selamat atas berbagai capaian positif yang ditorehkan oleh PMI Banjarnegara dalam kurun waktu lima tahun kebelakang, semoga menjadikan spirit serta cerminan untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Prof Budi juga berharap PMI Banjarnegara dapat menjaga integritas, akuntabel sehingga dapat mewujudkan visi PMI yakni professional, bersinergi serta berkelanjutan.

“Seluruh pelayanan harus terstandar dengan memperkuat reputasi organisasi lewat tata kelola yang transparan sehingga menjadi organisasi kemanusiaan yang terpercaya,” tegas Prof Budi. (Bas)

Berita Terkait

Integrasi Kedokteran Seluler Autologus dan Hukum Keagamaan: Perlindungan Genetik, Nasab, dan Silsilah yang Aman Secara Sunnatullah
Kompetensi Dokter Dalam Memanen Stem Cell Autologus dari Stromal Vascular Fraction (SVF) Melalui Minimal Aspirate Liposction dengan Anestesi Lokal
Rekonstruksi Biomolekuar Thaharah: Integrasi Prinsip Aseptik-Antiseptik, Dinamika Bedah, dan Ketahanan Seluler Terhadap Trauma dan Kontaminasi
Meta-Narasi Keharaman Babi: Skalpel Biomolekuler, Kanibalisme Seluler, dan Resolusi Studi Islam Kedokteran
Sinergi Transdisipliner pada Regulasi Imunologi Autoimun: Integrasi Imunologi Molekular, Biofisika Selular, dan Teologi Sains dalam Paradigma Advanced Holistic Medicine
Teori Hukum Otot Kaku (Ujianto’s Rigid Myofibril Law): Sinergi Bio-Fisika Selular, Integrasi Filosofi Transdisipliner, dan Manifestasi Ilmiah Futuristik Precision Medicine
Kidung Selular Makrokosmos–Mikrokosmos: Sinergi Bio-Elektrik, Kuantum Cahaya, dan Hukum Ujianto dalam Syariat Fitrah Autologus
Manunggalnya Khaliq dan Makhluk: Tafsir Sufistik atas Konsep Ujianto dan Arsitektur Milieu Intérieur
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Integrasi Kedokteran Seluler Autologus dan Hukum Keagamaan: Perlindungan Genetik, Nasab, dan Silsilah yang Aman Secara Sunnatullah

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:28 WIB

Kompetensi Dokter Dalam Memanen Stem Cell Autologus dari Stromal Vascular Fraction (SVF) Melalui Minimal Aspirate Liposction dengan Anestesi Lokal

Senin, 27 Juli 2026 - 08:23 WIB

Rekonstruksi Biomolekuar Thaharah: Integrasi Prinsip Aseptik-Antiseptik, Dinamika Bedah, dan Ketahanan Seluler Terhadap Trauma dan Kontaminasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:00 WIB

Meta-Narasi Keharaman Babi: Skalpel Biomolekuler, Kanibalisme Seluler, dan Resolusi Studi Islam Kedokteran

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:42 WIB

Sinergi Transdisipliner pada Regulasi Imunologi Autoimun: Integrasi Imunologi Molekular, Biofisika Selular, dan Teologi Sains dalam Paradigma Advanced Holistic Medicine

Berita Terbaru