BPN Kota Tangerang Selatan Pelayanan Sertifikat Jangan Hanya Dengan SK Atau Site plan Harusnya Warkah Kepemilikan Tanah

Minggu, 23 Februari 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Selatan, beritafakta.id – Banyak masalah dengan surat tanah di wilayah kota Tangerang Selatan karena petugas kelurahan,kecamatan (PPAT),BPN sampai menjadi Hak milik (SHM)banyak yang terjadi dengan modal peta dan SK akhirnya hak kepemilikan tanah Masyarakat jadi masyalah satu contoh Masyarakat pegang surat tanah atau girik kepemilikan tapi sudah di pasang plang pemilikan orang lain,padahal belum ada jual beli.

Hal ini menjadi masalah nasional dan ini kesalahan pihak Badan pertanahan nasional. Seperti yang terjadi di desa perigi kecamatan pondok aren, Masyarakat memegang surat tanah yang dari zaman dulu belum di jual sekarang di pasang plang menjadi milik orang, jikalau terjadi seperti ini akan menjadi tanggung jawab siapa?

Masyarakat mengadu ke Kelurahan atau kecamatan dan mendapat jawaban, kami tidak tahu, sepengetahuan kami tahunya  sudah milik yang lain, ini yang harus di pertegas Badan pertanahan dan Menteri Agraria/BPN,Sampai sekarang masih kisruh.

Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) INSAR Tb.Ramli sebagai sekretaris mengatakan menjadi kisruh masalah tanah yang bertanggung jawab adalah ATR/BPN karena Warkah Masyarakat setiap pembuat SHM dimasalain karena Lokasi tersebut sudah di pengembang dan di ploting sesuai peta atau yang lainnya, akhirnya masyarakat yang mempunyai surat resmi dari zaman Girik orang tuanya tidak bisa di buat SHM atau di jual.

Tb.ramli menambahkan pihak ATR/BPN kota Tangerang Selatan turun kelapangan apabila Masyarakat kepemilikan di jual orang atau di ambil pengembang jangan diam saja, kalau bisa apabila pengembang tidak pernah beli terus tanah di pasang plang di laporkan oleh bagian pertanahan nasional.

Masyarakat dalam mengurus SHM sering tidak ada kepastian adanya kekecewaan karena urusannya atau aturan nya tidak mengerti harusnya pelayanan BPN Tangerang Selatan harusnya lebih menyentuh ke Masyarakat jangan hanya dekat dengan pengembang terus di permudah.

Salah satu contoh di kutip dari media dinamikanews.net mengatakan pembuatan 52 sertifikat Hak pakai yang sudah di serahkan pihak BPN tangsel ke pihak pemerintah kota Tangerang Selatan masih kurang meyakinkan keabsahan nya, pasalnya sangat beralasan bahwa terbitnya sertifikat mestinya bukan hanya  berdasarkan sebuah persyaratan semata,akan tetapi lebih mendasar adalah adanya alas hak yang bisa menjadi historis sejarah awal yang di kuatkan dengan bukti otentik atau legal formal yang bersinggugan dengan asset fasos fasum pengembang yang di serahkan kepada pemerintah kota Tangerang Selatan.Menanggapi kejelasan atas hak dari 52 sertifikat

Hak pakai yang sudah di terbitkan ATR/BPN Tangsel,kepada beberapa penggembang di kota Tangerang Selatan.

Menurut ketua LSM PEGARINDO Mul mengatakan berdasarkan hasil investigasi dan temuan BPK RI bahwa hanya 2 dari 52 BAST PSU yang di serahkan sertifikatnya oleh pemerintah kota Tangerang Selatan.dengan bedanya pemerintah tampa alas hak bisa terbit SPH,di ketahui berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK no 39/LHP/XVIII.SRG/12/2022 tanggal 29 desember 2022, tentang pemeriksaan kepatuhan atas manejemen asset .

Pihak asset mengatakan permasalahan penagihan kewajiban pengembang untuk penyerahan PSU belum optimal dan pengamanan fisik tanah belum memadai kata Mul LSM Pelangi Garuda Indonesia (PEGARINDO)kutipan nya.

Red/Tim

Berita Terkait

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Wanasari, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Kekerasan
Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi
Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi
Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi
Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya
Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 PDIP Resmi di Buka
Waspada Ancaman Tak Terlihat, Rutan Batam Gandeng Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Hantavirus
Antisipasi Dinamika Kamtibmas, Polres Brebes Gelar Latihan Intensif Kompi Negosiator
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:22 WIB

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Wanasari, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Kekerasan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:12 WIB

Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:10 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:42 WIB

Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya

Berita Terbaru

SPORT

Kanada Bermain Imbang 1-1 Lawan Bosnia-Herzegovina

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:12 WIB

SPORT

Amerika Serikat Menang Meyakinkan 4-1 Atas Paraguay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:08 WIB