Haidar Alwi: Sufmi Dasco dan Filosofi Mahapatih Gajah Mada dalam Politik Modern.

Minggu, 20 Juli 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute /foto ist

R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute /foto ist

 

beritafakta.id – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, meyakini bahwa bangsa besar selalu ditopang oleh pemimpin yang tidak mengejar panggung, melainkan menjaga keseimbangan. Ia menyebut tokoh seperti ini sebagai “penjaga arah”, yang tidak mendominasi layar, tapi memastikan seluruh sistem tetap berjalan dalam satu visi nasional.

Arsitek Harmoni dalam Diam.

Dalam hiruk-pikuk politik nasional pasca-Pemilu 2024, publik sering teralihkan oleh suara-suara lantang, narasi benturan, dan dinamika yang memanas di permukaan. Namun di balik itu semua, Indonesia tetap berdiri stabil, pemerintah berjalan, dan jembatan antarpartai tetap terbentang. R. Haidar Alwi melihat salah satu tokoh kunci di balik harmoni itu: Sufmi Dasco Ahmad.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Dasco memainkan peran ganda yang sangat strategis. Ia menjadi penghubung antara kekuasaan eksekutif dan legislatif, antara elit dan akar rumput, antara tokoh sipil dan unsur militer, antara kepentingan rakyat dan arah negara. Namun, semua itu ia lakukan bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan ketenangan yang matang dan pengaruh yang tersebar diam-diam.

Menurut Haidar Alwi, gaya kepemimpinan seperti ini jarang muncul di era politik modern yang penuh pencitraan. Tapi justru di situlah letak kekuatan Dasco. Ia bukan hanya memahami sistem, tetapi juga tahu kapan harus bicara dan kapan harus bekerja dalam senyap. Ia tidak tampil sebagai tokoh dominan di layar publik, tapi jejak kerjanya terlihat jelas dalam keberlangsungan konsolidasi nasional.

“Negara ini butuh pemimpin yang mampu meredam, bukan membakar; yang mampu menjembatani, bukan menajamkan jurang. Dan Dasco adalah salah satunya,” tegas Haidar Alwi.

Dalam kacamata Haidar Alwi, kepemimpinan strategis yang dijalankan Dasco hari ini tak ubahnya pengejawantahan nilai-nilai luhur yang pernah dihidupi oleh Mahapatih Gajah Mada dalam konteks kekuasaan modern.

Filosofi Mahapatih Gajah Mada dan Relevansinya Hari Ini.

Dalam sejarah Nusantara, Mahapatih Gajah Mada dikenal bukan semata karena perannya sebagai tokoh politik Majapahit, tetapi karena filosofi hidup dan kepemimpinannya. Ia adalah simbol pengabdian tanpa pamrih, disiplin tanpa kekerasan, dan pemersatu tanpa ambisi pribadi.

Sumpah Palapa yang ia ucapkan bukan sekadar ikrar pribadi, tetapi representasi dari tekad kolektif untuk menyatukan wilayah-wilayah Nusantara yang tercerai. Gajah Mada tidak duduk di atas takhta, tapi arah kerajaan berjalan sesuai kompas moral dan strategi yang ia jaga. Ia menjadi pelindung visi kerajaan dari dalam, bukan hanya pelaksana tugas administratif.

Haidar Alwi menilai bahwa dalam konteks kekinian, filosofi semacam ini masih sangat relevan. Sosok seperti Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan bahwa dalam sistem presidensial sekalipun, dibutuhkan figur yang mampu menjaga kesatuan elite dan arah kebijakan nasional tanpa harus menduduki posisi eksekutif tertinggi. Figur yang tidak bicara tentang dirinya sendiri, tetapi tentang arah bangsa.

Dasco tidak mengucapkan sumpah Palapa, tetapi ia menapaki jalan sejenis: mempersatukan kekuatan, meredam kegaduhan, dan menjaga agar Indonesia tidak terpecah oleh dinamika kekuasaan. Ia tidak berdiri sebagai simbol, tetapi bekerja sebagai fondasi.

“Pemimpin sejati tidak selalu berada di puncak kekuasaan, tapi seringkali justru berada di bawahnya, memastikan agar puncak itu tidak roboh. Dan peran semacam itulah yang dijalankan Dasco dengan konsistensi luar biasa,” tegas Haidar Alwi.

Penjaga Arah di Tengah Tantangan Global.

Indonesia saat ini tengah berhadapan dengan tekanan geopolitik, transisi energi, disrupsi rantai pasok global, serta ketimpangan sosial yang belum usai. Dalam kondisi demikian, stabilitas politik nasional bukan hanya soal koalisi dan oposisi, melainkan juga kemampuan menjaga keutuhan arah pemerintahan.

Haidar Alwi menegaskan bahwa Dasco telah memainkan peran sebagai penjaga arah bangsa. Ia bukan sekadar politisi senior, tetapi pemikir sistem yang memahami bagaimana menjaga harmoni di antara kepentingan-kepentingan yang berbeda. Di tengah pembentukan kabinet Prabowo, Gibran, Dasco terbukti mampu menjembatani berbagai poros kekuasaan tanpa membuat keretakan baru.

Menurut Haidar Alwi, kepemimpinan seperti ini tidak membutuhkan deklarasi, tetapi membutuhkan konsistensi. Tidak butuh simbolisme kosong, tetapi kehadiran nyata dalam proses. Dan itulah yang membuat posisi Dasco tidak hanya penting, tapi juga langka.

“Dalam dunia yang serba cepat ini, kita terlalu sering lupa pada tokoh-tokoh yang bekerja pelan tapi dalam. Dasco adalah representasi dari kekuatan hening, pemimpin yang tidak memaksa dirinya disebut, tetapi tidak bisa diabaikan pengaruhnya,” tegas Haidar Alwi lagi.

Bagi Haidar Alwi, bangsa Indonesia beruntung memiliki sosok seperti Dasco di tengah transisi politik besar. Ia adalah penghubung yang tidak ingin terlihat, tapi selalu hadir. Ia adalah pelindung visi tanpa perlu deklarasi.

“Kalau dulu Mahapatih Gajah Mada menjaga utuhnya Nusantara dengan sumpah dan visi yang besar, maka hari ini kita patut mencermati bahwa ada tokoh yang, meski tak mengucap sumpah di depan rakyat, telah mewujudkan konsolidasi kekuasaan yang nyata demi Indonesia Maju,” pungkas Haidar Alwi.

Berita Terkait

Pertamina Resmi Operasikan Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri 2026, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman.
Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal.
Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan.
Perkuat Satgas Ramadan dan Idulfitri, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Tinjau Langsung Operasional di Medan dan Rokan
DPD RI Bagikan 1.626 Bingkisan Lebaran, Santuni Anak Yatim
Ketua Komite III DPD RI Desak Penguatan Regulasi Perlindungan Atlet
Kementerian PANRB Pertajam Sistem Merit Melalui PermenPANRB No. 19/2025
Natalius Pigai Batalkan Debat HAM, Prof Uceng Tantang Diskusi Terbuka
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:44 WIB

Pertamina Resmi Operasikan Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri 2026, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman.

Senin, 9 Maret 2026 - 11:53 WIB

Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal.

Senin, 9 Maret 2026 - 11:30 WIB

Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Sumatera Utara, Menteri Dody Tinjau Ruas Medan–Tapanuli Selatan.

Senin, 9 Maret 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Satgas Ramadan dan Idulfitri, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Tinjau Langsung Operasional di Medan dan Rokan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:23 WIB

DPD RI Bagikan 1.626 Bingkisan Lebaran, Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru