beritafakta.id – Jelang 1000 hari genosida Israel di Gaza, SMART 171 menyalurkan air bersih kepada 1.000 warga Gaza melalui program “Water for Gaza” pada akhir Juni lalu. Penyaluran dilakukan di Camp Pengungsian Deir Al-Balah, bagian tengah Jalur Gaza, Palestina.
Air adalah krisis yang paling akut di Gaza saat ini. Sebelum perang, Gaza sudah bergantung pada desalinasi untuk 95 persen kebutuhan airnya dan sejak Oktober 2023, Israel hancurkan hampir seluruh infrastruktur air. Praktis, kini mereka bergantung pada aliran air dari luar wilayah blokade.
Anak-anak seperti Khalid (9 tahun) yang sempat bercerita dalam sesi “Menyapa Anak Asuh” SMART 171, memulai setiap paginya bukan dengan sekolah melainkan dengan antre air, sudah antre pun belum tentu mendapatkannya. Begitu lah gambaran realita yang dialami warga Gaza.
Melalui program ini, SMART 171 mendistribusikan air via truk tangki kepada 1.000 penerima manfaat yang tinggal di tenda-tenda lantaran rumahnya luluh lantak dibom Israel. “Sengaja program ini hadir karena sebelumnya kami tau dari tim lapangan air masih sulit dicari, padahal banyak diperlukan oleh saudara kita di Gaza” ujar Maimon Herawati, Direktur SMART 171.
Angka 1.000 penerima manfaat ini hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan yang sesungguhnya. Menurut data UNRWA, lebih dari 2 juta warga Gaza saat ini hanya memiliki akses terhadap rata-rata 1,5 hingga 3 liter air per orang per hari, sangat jauh di bawah standar minimum kemanusiaan sebesar 15 liter yang ditetapkan WHO.
Dalam kondisi perang dan musim panas yang menyengat, kekurangan air berarti haus, dehidrasi, bahkan beresiko sebarkan wabah, infeksi kulit. SMART 171 akan terus melanjutkan program ini selama masih diperlukan warga Gaza.












