Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk, Menteri Dody Pastikan Suplai Air Irigasi Bendungan Semantok Stabil

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan Bendungan Semantok yang berlokasi di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dapat memberikan manfaat optimal untuk mendukung pertanian, guna mewujudkan swasembada pangan nasional. Bendungan ini telah diresmikan pada akhir tahun 2022 lalu dengan fungsi utama untuk mengairi lahan pertanian seluas seluas 1.900 Hektare.

Menteri PU Dody Hanggodo ingin memastikan pengelolaan Bendungan Semantok berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun pemanfaatannya sebagai pasokan air irigasi agar lebih stabil sepanjang tahun, khususnya di musim kemarau.

“Bendungan Semantok dibangun untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah ini. Dulu, saya pernah datang ketika bendungan ini belum terisi air, dan sekarang, berkat musim hujan, waduk sudah penuh dan siap dimanfaatkan untuk mengairi sawah,”kata Menteri Dody saat meninjau Bendungan Semantok, Selasa (12/8/2025).

Pada musim kemarau, Bendungan Semantok dapat dimanfaatkan sebagai pendistribusi air irigasi guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan di wilayah hilir. Bendungan ini dilengkapi jaringan irigasi sebesar 2,47 m3/detik untuk menyuplai lahan pertanian seluas 1.900 Ha. Dengan begitu, kehadiran bendungan diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut yang sebelumnya menggunakan sistem perairan tadah hujan.

Bendungan ini didesain memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Semantok. Dengan panjang puncak bendungan sekitar 3 km, Bendungan Semantok dikenal memiliki tubuh bendungan terpanjang di Indonesia.

Selain memberi manfaat sebagai penyuplai irigasi pertanian, bendungan dengan luas area genangan sebesar 365 hektare ini juga diproyeksi sebagai penyedia air baku sebesar 312 liter/detik untuk melayani 3 kecamatan di Nganjuk, yakni Rejoso, Lengkong, dan Gondang. Kehadiran Bendungan Semantok juga berfungsi mereduksi risiko banjir 137 m3/detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok saat musim hujan.

Menteri Dody berharap kehadiran Bendungan Semantok memberikan manfaat ganda tidak hanya sebagai penopang sektor pertanian, pengendali banjir dan penyuplai air baku, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan kawasan sebagai destinasi pariwisata di Jawa Timur yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

“Bendungan ini dibuka untuk umum, terutama saat musim libur nasional, sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri Dody. (*)

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT
Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Pemprov DKI Anggarkan Rp3,9 Miliar untuk Tebus 2.026 Ijazah Siswa pada 2026
TIM TAEKWONDO GARBHA PRESISI POLRI JUARA UMUM DI OSAKA JEPANG DI AJANG THE 22nd WATA OPEN INTERNATIONAL TAEKWONDO CHAMPIONSHIP 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:15 WIB

Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:51 WIB

Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026

Berita Terbaru