Aksi Boikot di BIP, Massa Tumpahkan “Darah” untuk Bela Palestina

Minggu, 24 Agustus 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Bandung Indah Plaza (BIP) menjadi titik ketiga aksi solidaritas Palestina “Umat Islam Bersatu”, Minggu (24/8). Ratusan massa menyegel simbol-simbol bisnis afiliasi Israel dan menumpahkan cairan merah menyerupai darah ke jalan, sebagai bentuk boikot terhadap perusahaan yang dianggap mendukung ekonomi penjajah Israel.

Panitia sengaja memilih BIP sebagai lokasi aksi ketiga setelah titik kumpul Pusdai dan Gedung Sate lantaran BIP dinilai representatif dengan aksi teatrikal yang fokus menyuarakan pemboikotan. Sebab di BIP banyak tempat belanja terafiliasi. Aksi ini bertajuk “BIP Berdarah”, menggambarkan seruan global untuk memutus dukungan ekonomi terhadap Israel. Beberapa ibu dan perempuan muda dengan boneka bayi turut mengitari area aksi, menandai duka keluarga Palestina yang kehilangan anak akibat bombardir dan blokade.

“Ini bukan soal sekadar membuat macet Bandung, tapi untuk membawa suara kemanusiaan. Semua elemen masyarakat, mulai dari lingkup terkecil hingga terbesar, harus bisa membawakan suara perjuangan pembebasan Palestina,” tegas Pimpinan Muhammadiyah Bandung, Ustaz Furqon, dari atas panggung.

Pernyataan senada disampaikan Pimpinan Salimah Jawa Barat, Ustazah Ami. Ia menegaskan bahwa Israel asalnya tidak memiliki tanah air. Israel berdiri di atas wilayah Palestina dengan kekerasan. “Tanah yang mereka duduki adalah tanah Palestina yang dijarah, dibuldoser. Mereka datang untuk merampas Masjid Al Aqsa,” ujarnya. Ustazah Ami juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak memberikan dukungan politik maupun diplomatik kepada Israel.

Aksi di BIP digelar di tengah situasi Gaza yang kian kritis. Laporan Kementerian Kesehatan Palestina menyebut lebih dari 62 ribu jiwa tewas sejak agresi 7 Oktober 2023, sementara jutaan warga kini terjebak dalam kelaparan akut akibat blokade total Israel. Jutaan warga Gaza tidak makan sekali sehari. Bisa jadi mereka menemukan makanan sekali tiga hari. Dokter, wartawan, tim penyelamat sipil bekerja dalam kondisi lapar sangat. Wartawan meminum air garam untuk menaikkan level energi mereka.

Berita Terkait

Ketua LMP Mendesak KAJATISU Untuk Evaluasi Kinerja Plt KAJARI Mandailing Natal.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Jembatan Sitanggal Brebes Amblas dan Mengkuatirkan, Masyarakat Harap Segera Diperbaiki
Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya
Dirut Pertamina Pastikan Energi Aman Saat Mudik Lebaran 1447 H
CAHAYA RAMADHAN DI BALIK TEMBOK KEBEBASAN,HARU DAN HARAPAN WARNAI PEMBUKAAN PESANTREN KILAT DI RUTAN BATAM
Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat
Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:37 WIB

Ketua LMP Mendesak KAJATISU Untuk Evaluasi Kinerja Plt KAJARI Mandailing Natal.

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:13 WIB

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:54 WIB

Jembatan Sitanggal Brebes Amblas dan Mengkuatirkan, Masyarakat Harap Segera Diperbaiki

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:19 WIB

Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:10 WIB

Dirut Pertamina Pastikan Energi Aman Saat Mudik Lebaran 1447 H

Berita Terbaru