beritafakta.id – Transformasi digital telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan penetrasi internet yang mencapai 80% populasi. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, ekonomi digital kini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Dalam acara Indonesia Summit 2025 di Jakarta, Meutya menyebut bahwa di balik pertumbuhan ekonomi 5,03% pada tahun 2024, terdapat peran besar ekonomi digital, khususnya dari digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Contoh nyatanya adalah adopsi masif QRIS yang kini digunakan oleh lebih dari 32 juta merchant, dari pedagang kecil hingga warung di pedesaan, dengan total transaksi menembus Rp42 triliun.
Selain itu, Meutya juga menyoroti peran sentral Generasi Z sebagai garis depan transformasi digital. Sebanyak 43,7% Gen Z telah memanfaatkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), menunjukkan adopsi teknologi yang sangat cepat.
Pemerintah sendiri terus berupaya mendukung inovasi ini dengan memperkuat infrastruktur, meningkatkan literasi digital, dan menyiapkan regulasi, termasuk rencana Peraturan Presiden mengenai AI, untuk memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung aman dan beretika. Langkah-langkah ini diharapkan akan menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga pencipta teknologi digital.






