Kabupaten Tangerang — Dikenal sebagai sosok rendah hati di tengah kesuksesan bisnisnya yang mendunia, Youngsen, pengusaha kelahiran Belitung 73 tahun lalu, adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak harus menjauhkan seseorang dari nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Memiliki jaringan usaha lintas negara—dari Inggris, Amerika Serikat, Australia hingga Tiongkok—tidak membuatnya lupa akar. Di kediamannya di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, ia menyambut hangat tim media dengan senyum dan secangkir kopi hitam.
“Tuhan sudah kasih kita kesehatan dan rejeki, karena itu kita harus bersyukur dan jangan lupa kepada Tuhan…”
— Youngsen
Meski jadwalnya padat—esoknya ia harus ke Subang lalu lanjut ke Bangka Belitung—Pak Youngsen tetap menyisihkan waktu untuk berbagi dan aktif dalam kegiatan ibadah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kalideres, Jakarta Barat.
Dikenal luas sebagai pribadi dermawan dan peduli lingkungan sekitar, banyak warga menyebutnya sebagai sosok yang telah membuka lapangan kerja dan membantu ekonomi masyarakat lewat berbagai unit usahanya.
Kenapa Sosok Youngsen Menjadi Inspirasi?
✅ Sukses Tapi Tetap Membumi
✅ Aktif Beribadah & Religius
✅ Pekerja Keras, Tapi Tetap Peduli Sosial
✅ Menjadikan Bisnis Sebagai Berkah untuk Orang Lain
“Beliau bukan hanya pengusaha, tapi juga pelayan Tuhan yang rendah hati,” ujar seorang warga setempat.
Pak Youngsen mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan sekadar harta dan pencapaian bisnis, tetapi juga ketulusan dalam berbagi, bersyukur, dan tetap setia dalam iman.
Salam hormat dan sukses untuk Pak Youngsen — Semoga menjadi inspirasi bagi generasi pengusaha muda Indonesia! 🇮🇩
(Red/AMS)






