beritafakta.id, – Sore itu, langit Ciputat masih menyisakan rintik hujan. Jalanan di depan Balaikota Tangerang Selatan terlihat lebih lengang dari biasanya, namun kendaraan roda dua dan mobil masih sesekali melintas, berpacu dengan waktu menjelang azan magrib.
Di tengah suasana basah yang perlahan mereda, sekelompok orang berdiri di tepi jalan dengan kantong-kantong plastik berisi takjil. Senyum mereka menyapa setiap pengendara yang melambat. Di tangan mereka, ada seratus paket kecil yang mungkin sederhana, tetapi terasa sangat berarti bagi mereka yang masih berada di perjalanan.
Sore itu, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang Selatan kembali menggelar kegiatan Jumat Berbagi Takjil, tradisi Ramadan yang sudah menjadi agenda rutin para insan media di kota tersebut.
“Silakan Pak, untuk berbuka nanti,” ujar salah satu anggota sambil menyerahkan sebungkus takjil kepada pengendara ojek online yang berhenti sejenak di pinggir jalan.
Pengendara itu tersenyum, mengangguk singkat, lalu melanjutkan perjalanan.
Ramadan yang Menggerakkan Kepedulian
Ketua SMSI Kota Tangerang Selatan, David Saragih, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan untuk berbuka.
Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan kehangatan di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat dan ikut menebarkan kebaikan,” ujarnya.
Di sela pembagian takjil, para anggota SMSI terlihat bercengkerama satu sama lain, sesekali tertawa ketika kendaraan yang lewat melambaikan tangan sebagai tanda terima kasih.
Bagi mereka, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat solidaritas antaranggota media.
“Insan pers bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tambah David.
Senyum di Tengah Jalan
Takjil yang dibagikan mungkin hanya sebungkus makanan ringan dan minuman manis. Namun bagi mereka yang masih di jalan menjelang waktu berbuka, paket kecil itu bisa menjadi penyelamat rasa lapar.
Andri (34), seorang pengendara motor yang kebetulan melintas, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
“Ini sangat membantu, apalagi kalau masih di jalan pas magrib. Kadang belum sempat beli apa-apa,” katanya sambil tersenyum.
Hal serupa juga dirasakan oleh Siti (42), warga Pamulang yang melintas di lokasi. Ia menilai aksi berbagi seperti ini membawa suasana Ramadan terasa lebih hangat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu warga, juga bikin kita merasa masih banyak orang yang peduli,” ujarnya.
Berbagi yang Tak Berhenti
Kegiatan sore itu berakhir ketika azan magrib hampir berkumandang. Satu per satu paket takjil habis dibagikan, menyisakan rasa hangat di tengah udara yang masih lembap setelah hujan.
Namun bagi SMSI Tangsel, kegiatan berbagi belum berhenti.
Pada Jumat terakhir Ramadan, 13 Maret 2026 mendatang, mereka berencana kembali turun ke jalan. Kali ini di depan Gedung DPRD Tangerang Selatan.
Selain membagikan takjil, para anggota SMSI juga akan menggelar buka puasa bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim.
Di bulan yang penuh berkah ini, mereka percaya satu hal sederhana:
kebaikan, sekecil apa pun, selalu menemukan jalannya untuk sampai kepada orang yang membutuhkan.
Dan terkadang, ia datang dalam bentuk sebungkus takjil di pinggir jalan.(*)






