Jakarta – Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan curah hujan pada akhir tahun 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan kesiapsiagaan nasional melalui penyediaan alat berat, bahan penanganan banjir, dan penugasan ribuan personel siaga di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan menunjukkan tren meningkat sejak Agustus 2025. Pada bulan tersebut, curah hujan berada pada kategori rendah (14,52%) hingga menengah (63,51%). Sementara pada September dan Oktober, sebagian besar wilayah mencatat curah hujan menengah hingga tinggi, dengan puncak mencapai 69,45% di Oktober 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk memastikan infrastruktur tetap berfungsi optimal menghadapi risiko banjir, longsor, dan genangan. “Kementerian PU telah menyiapkan anggaran tanggap darurat, alat berat, kendaraan evakuasi, dan unit Disaster Relief Unit (DRU) di lokasi strategis. Jika diperlukan, kami juga akan membangun Posko Banjir di titik-titik rawan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian PU memobilisasi 5.755 unit alat berat, 382.044 unit bahan penanganan banjir, dan 3.455 personel siaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Pulau Jawa dan Sumatera menjadi fokus utama karena potensi curah hujan tinggi, namun seluruh provinsi dari Aceh hingga Papua telah menyiapkan unit siaga.
Alat berat dan bahan yang disiagakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) antara lain:
-
Excavator dan Amphibious Excavator
-
Mobile Pump, Trailer Pump, Pompa Apung, dan Pompa Alkon
-
Mobil Tangki Air dan Perahu Karet
-
Dredger dan Weed Harvester
-
Dump Truck, Truck Crane, Forklift, Bulldozer
-
Bronjong, Geobag, Sandbag, dan Sheet Pile
Bahan penanganan banjir seperti bronjong dan geobag disiapkan dalam jumlah besar untuk memperkuat tanggul sementara serta mempercepat pemulihan pascabencana.
Direktorat Jenderal Bina Marga menyiapkan peralatan untuk pemulihan infrastruktur jalan terdampak longsor, termasuk Wheel Loader, Grader, Excavator, Dump Truck, Jack Hammer, Chainsaw, Tandem Roller, Baby Roller, Backhoe Loader, Truck Crane, Cohesive Material, dan CPHMA.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya menyiapkan fasilitas darurat yang mendukung kebutuhan masyarakat terdampak, seperti Mobil Tangki Air, Hidran Umum, Mobi Toilet, Mobil Vacuum Tinja, Tenda Darurat, Posko Evakuasi, serta fasilitas sanitasi dan air bersih.
Menteri Dody menekankan koordinasi lintas lembaga sebagai kunci keberhasilan, termasuk BNPB, BPBD, BMKG, Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kami terus memantau kondisi cuaca dan kondisi lapangan bersama pemerintah daerah serta BMKG, memastikan seluruh langkah tanggap darurat berjalan cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.
Langkah kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas tanggap darurat Kementerian PU di seluruh Indonesia.
(Alda)






