Jakarta — Senator Irman Gusman menyoroti serius bencana hidrometeorologi yang kembali menimpa wilayah Sumatera Barat. Menurutnya, rangkaian banjir, tanah longsor, dan pergeseran tanah yang terjadi merupakan alarm keras pentingnya sistem mitigasi jangka panjang.
Irman menyebut, kerusakan akibat bencana tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek vital seperti ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan, karena banyak lahan pertanian mengalami kerusakan.
Kepada pemerintah, ia menegaskan perlunya langkah-langkah preventif, termasuk memperbaiki tata ruang, mengoptimalkan rehabilitasi hutan, normalisasi sungai, serta edukasi kesiapsiagaan.
“Sumatera Barat adalah wilayah rawan hidrometeorologi. Penanganan tidak boleh hanya reaktif, tetapi harus berbasis data dan berkelanjutan,” kata Irman, yang juga Penasehat MDMC Sumbar.
Selain itu, Irman menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk mencegah penanganan sporadis, mulai dari BPBD, PUPR, BNPB, TNI–Polri, hingga lembaga kemanusiaan seperti MDMC dan LPBINU.






