Jakarta, 27 November 2025 – Dalam menghadapi potensi lonjakan konsumsi bahan bakar selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyiapkan strategi khusus demi menjaga keandalan kilang nasional.
KPI memaksimalkan pemeliharaan terencana hingga penggunaan sistem digitalisasi operasi berbasis real-time monitoring. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi potensi kendala produksi sejak dini sebelum berdampak pada pasokan nasional.
Seluruh fasilitas kilang yang terintegrasi dalam Command Center akan dipantau 24 jam oleh Satgas Nataru Pertamina Group. “Dengan digitalisasi, pengawasan kilang menjadi lebih cepat, presisi, dan mampu meminimalisasi gangguan,” demikian pernyataan internal KPI dalam agenda media briefing Satgas Nataru.
Selain sektor kilang, Subholding Integrated Marine and Logistics PT Pertamina International Shipping (PIS) juga menyiapkan 332 kapal tanker dan 338 tugboat untuk menjaga kelancaran distribusi energi laut. Terdapat 12 kapal tambahan sebagai cadangan pengamanan pasokan.
PIS menjalankan tiga prinsip utama selama Nataru: Kapal on Demand, Kapal on Spec, dan Kapal on Time.






