FID Lapangan Duyung Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Final Investment Decision (FID) Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung diumumkan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd, Peter Botten dan CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung, Presiden Direktur PT Nations Natuna Barat, Hashim Djojohadikusumo sebagai partner WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dan Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati sebagai pembeli gas, pengembang dan operator pipa WNTS-Pemping serta Direktur Utama PT BNI, Putrama Wahju Setyawan.

Final Investment Decision (FID) Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung diumumkan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd, Peter Botten dan CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung, Presiden Direktur PT Nations Natuna Barat, Hashim Djojohadikusumo sebagai partner WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dan Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati sebagai pembeli gas, pengembang dan operator pipa WNTS-Pemping serta Direktur Utama PT BNI, Putrama Wahju Setyawan.

beritafakta.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung setelah proyek tersebut resmi mencapai Final Investment Decision (FID). Pasokan ini akan digunakan untuk memperkuat kebutuhan energi pembangkit listrik, khususnya di wilayah Batam.

Lapangan Mako yang dioperasikan West Natuna Exploration Limited berada di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. Pengumuman FID dilakukan di kantor SKK Migas dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah serta pelaku industri migas.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan persetujuan FID menandai kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh.

“Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional,” ujar Djoko.

Ia menambahkan, proyek tersebut telah melalui rangkaian proses panjang sejak penandatanganan kontrak kerja sama pada 2007, penemuan gas pada 2017, persetujuan Plan of Development (POD) pada 2019, revisi POD pada 2022, penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada 2025, hingga FID pada 2026. Produksi gas ditargetkan mulai pada 2027.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyatakan FID Lapangan Mako akan memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang telah ditandatangani PLN EPI dengan West Natuna Exploration Limited pada Juli 2025.

Menurutnya, gas dari wilayah Natuna sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat di Batam dan Sumatra Bagian Tengah.

“Kebutuhan listrik di wilayah ini tumbuh sekitar 12–15 persen per tahun dan pemenuhannya didominasi oleh pembangkit berbasis gas. Dengan penurunan pasokan gas dari daratan Sumatra, pasokan dari Natuna menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan energi,” kata Rakhmad.

Sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan pasokan energi primer, PLN EPI juga tengah membangun pipa gas WNTS–Pemping untuk menyalurkan gas dari Natuna ke sistem kelistrikan Batam.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan pembangunan pipa tersebut saat ini terus berjalan setelah dilakukan groundbreaking pada Februari 2026.

“Pipa WNTS–Pemping ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dan akan menjadi penghubung penting dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke sistem kelistrikan Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur gas ini juga sejalan dengan strategi transisi energi nasional untuk mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan efisien.

“Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Erma.

Berita Terkait

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI
M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah
Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan
Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai
Akses Listrik Kian Merata, Menjangkau 96,2 Juta Pelanggan PLN se-Indonesia pada 2025
Di Tengah Dinamika Global, PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025
Strategi Juragan Tahu Nono Hadapi Lonjakan Harga Dengan Kemauan, Kerja Keras & Jujur
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:25 WIB

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:38 WIB

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:04 WIB

Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:51 WIB

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WIB

Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai

Berita Terbaru