Brebes, Beritafakta.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus memperkuat layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menggelar kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS, Pemeriksaan HIV–IMS melalui layanan VCT, dan Posyandu Lansia pada Rabu (26/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Brebes ini melibatkan Petugas Klinik Lapas dan tim kesehatan dari Puskesmas Brebes berjumlah tiga orang. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata sinergi Pemasyarakatan dengan fasilitas kesehatan pemerintah dalam memastikan hak kesehatan WBP terpenuhi secara optimal.
Pada layanan Posyandu Lansia, sebanyak 10 WBP lanjut usia menjalani pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, 30 WBP mengikuti kegiatan VCT dan screening HIV–IMS dari total penghuni Lapas yang berjumlah 322 orang. Sebelum pemeriksaan dimulai, para petugas memberikan sosialisasi mengenai HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), serta edukasi kesehatan lansia untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WBP mengenai pencegahan penyakit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh 30 WBP yang menjalani tes HIV dinyatakan non-reaktif. Untuk WBP yang memerlukan tindak lanjut pengobatan, termasuk yang memiliki penyakit komorbid, penanganan lanjutan akan dilakukan bersama oleh tim Puskesmas Brebes dan Klinik Lapas. Sementara itu, bagi WBP dengan status ODHIV, terapi akan tetap dipantau secara berkesinambungan sesuai standar kesehatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara Lapas Brebes dan Puskesmas Brebes. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan.
“Kesehatan WBP adalah prioritas kami. Melalui pemeriksaan, sosialisasi, dan pendampingan seperti ini, kami ingin memastikan seluruh WBP mendapatkan hak kesehatan yang layak. Kami berterima kasih kepada Puskesmas Brebes atas sinergi yang selama ini terjaga dengan sangat baik,” ujar Gowim.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Brebes berharap dapat meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus mendorong kesadaran para WBP untuk menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan. Program ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Brebes dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan yang lebih manusiawi, aman, dan berkesinambungan.
(Rusmono)






