SEMARANG – Upaya pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe–Sayung semakin menunjukkan hasil nyata. Infrastruktur pendukung tol berupa tanggul laut terintegrasi kini telah tersambung seluruhnya, memperkuat sistem polder yang menjadi tulang punggung penanganan banjir rob.
Kementerian PU tidak hanya mempercepat pembangunan tol, tetapi juga mengerahkan mobile pump pada titik genangan, serta membangun sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1. Sistem ini meliputi enam rumah pompa berkapasitas total 81 m³/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mereduksi rob pada area seluas 4.429 hektare, melindungi lebih dari 254 ribu jiwa di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.
Dengan percepatan yang berjalan stabil, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada April 2027, menjadi solusi permanen bagi genangan rob yang selama ini menghambat kelancaran logistik di jalur Pantura.






