Banjarnegara, BeritaFakta.ID — Direktur Indo Group Media, Rasmono SH, mengingatkan pentingnya menjaga marwah pers serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan profesi kewartawanan. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam peringatan Aniversari ke-3 Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) DPC Banjarnegara yang digelar di Auditorium Politeknik Banjarnegara, Minggu (30/11/2025).
Sebagai praktisi hukum dan pemerhati media, Rasmono memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas IPJT serta menyampaikan sejumlah pandangan penting mengenai Delik Pers dan regulasi terkait.
Dalam sesi wawancara, Rasmono menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memberikan perlindungan hukum bagi jurnalis, namun juga mengatur kewajiban agar setiap karya jurnalistik tetap berada dalam koridor etika.
“Terkait Undang-Undang Pers, tidak akan ada persoalan jika kita bekerja hati-hati. Ketika terjadi sengketa pemberitaan, mekanisme pertama yang harus ditempuh adalah melalui Dewan Pers. Mereka akan mengkaji aduan apakah masuk ranah pidana, perdata, atau cukup diselesaikan melalui mekanisme etik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perbedaan antara Delik Pers dan pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang ITE, terutama terkait isu pencemaran nama baik.
“UU ITE memiliki karakter yang berbeda dengan UU Pers. Karena itu para jurnalis perlu memahami batasan dan risiko dalam publikasi informasi digital. Jangan sampai dunia pers tercoreng oleh oknum atau penyalahgunaan profesi,” tambahnya.
Rasmono turut mengingatkan bahwa masih banyak ditemui praktik negatif di lapangan seperti munculnya “wartawan bodrek” dan oknum yang merusak citra profesi. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh insan pers untuk terus menjunjung profesionalitas, membangun hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan, dan bekerja sesuai standar etik.
“Jurnalis berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial dan hukum, maka kehati-hatian dan integritas adalah hal yang wajib. Mari jaga dunia pers agar tetap bermartabat,” pungkasnya.






