Brebes, Beritafakta.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Pada Kamis (4/12), Lapas Brebes bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Brebes menggelar kegiatan Manaqib sebagai bagian dari pembinaan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Pelatihan Dzikir Manaqib berlangsung sejak Senin hingga Jumat. Selama rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan materi terkait pengertian Manaqib, riwayat hidup serta keteladanan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, tata cara dzikir, hingga adab-adab yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Manaqib. Materi tersebut diberikan agar WBP memahami esensi dzikir dan manaqib secara utuh serta sesuai tuntunan.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan tawassul Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani dan praktik dzikir bersama. Tim LDNU Brebes memandu jalannya dzikir dengan khidmat, diikuti seluruh WBP yang tampak tertib dan penuh kekhusyukan. Suasana majelis terasa teduh, memberi ruang spiritual bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ketenangan jiwa, serta membangun semangat memperbaiki diri.
Petugas Lapas turut hadir mendampingi selama kegiatan berlangsung untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat pembinaan optimal.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali, menyampaikan apresiasi atas dukungan LDNU Brebes dalam pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas keagamaan, tetapi juga media untuk membangun harapan dan memperbaiki diri. Kami berterima kasih kepada LDNU Brebes yang terus mendampingi Warga Binaan melalui pembinaan rohani seperti Manaqib ini,” ujarnya.
Ketua LDNU Brebes, Kyai Mawardi, juga memberikan apresiasi kepada Lapas Brebes yang selalu membuka ruang bagi kegiatan keagamaan.
“Dzikir dan Manaqib bukan sekadar ritual, tetapi proses memperbaiki hati, menanamkan ketenangan, dan menumbuhkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Lapas Brebes dalam menghadirkan pembinaan holistik, tidak hanya pada aspek kemandirian, tetapi juga pada penguatan moral dan spiritual WBP. Dengan pelaksanaan yang rutin dan terstruktur, diharapkan para warga binaan mendapatkan wawasan baru, ketenangan batin, serta motivasi positif selama menjalani masa pidana.
Lapas Brebes berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, guna menyediakan layanan pembinaan yang berkualitas, komprehensif, dan bermakna bagi seluruh WBP.
(Rusmono)






