Sibolga — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Fokus utama tanggap darurat diarahkan pada pembukaan akses jalan nasional, pengendalian sungai, serta penyediaan prasarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas pascabencana. Jalan dan jembatan dinilai sebagai urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.
Hingga kini, dari total ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 59 kilometer, sebanyak 42 kilometer jalur Tarutung–Batas Tapanuli Utara/Tapanuli Tengah telah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara 17 kilometer lainnya masih dalam proses penanganan akibat longsor dan jalan amblas.
Penanganan dilakukan secara terpadu oleh BBPJN Sumatera Utara, BBWS Sumatera II Medan, BUMN Karya, serta TNI dengan dukungan puluhan alat berat.






