Batam – Kasus pengeroyokan yang menimpa seorang wartawan senior FC oleh tim pengaman Diskotik Pasifik di Batam masih menjadi sorotan publik. Insiden kekerasan ini diduga dilakukan oleh sejumlah petugas keamanan internal tempat hiburan malam tersebut, namun hingga kini belum ada informasi resmi terkait penetapan tersangka maupun pengamanan para terduga pelaku.
Lambannya perkembangan penanganan kasus ini menuai tanda tanya, mengingat dugaan pengeroyokan dilakukan secara bersama-sama oleh tim pengaman sebuah diskotik yang beroperasi secara komersial. Kuasa hukum korban, Jacobus Silaban, S.H., mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas dan mengamankan salah satu dari tim pengaman Diskotik Pasifik yang diduga terlibat.
Dugaan kuat bahwa tim pengaman Diskotik Pasifik terlibat dalam pengeroyokan ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan keselamatan warga di tempat hiburan malam. Organisasi SWB, yang diwakili oleh Ketua, menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras atas peristiwa pengeroyokan ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku.
Warga dan organisasi SWB menuntut agar aparat penegak hukum, khususnya Polsek Batu Ampar, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tim pengaman Diskotik Pasifik yang diduga terlibat dalam pengeroyokan ini. Mereka juga meminta agar pengamanan terhadap para terduga pelaku dilakukan untuk mencegah hilangnya barang bukti dan memastikan proses hukum berjalan objektif dan transparan.
Pihak manajemen Diskotik Pasifik diminta untuk memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh tim pengamannya. Mereka juga diharapkan untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan tidak ada yang kebal hukum.
Simon T






